Dalam Keadaan Kenyang Wanita Lebih Gampang Diajak Bicara Soal Cinta

Dalam Keadaan Kenyang Wanita Lebih Gampang Diajak Bicara Soal Cinta

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 13 Agu 2015 16:37 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Penelitian terbaru menemukan wanita lebih responsif terhadap sinyal romantis ketika dalam keadaan kenyang. Ini karena rasa kenyang membuat wanita lebih fokus untuk memikirkan hal lain, termasuk asmara, dan tidak memikirkan rasa lapar.

Para peneliti di Universitas California, San Diego menemukan adanya perbedaan kecepatan respons otak wanita terhadap sinyal romantis saat mereka selesai makan dan usai berpuasa selama 8 jam. Otak wanita ternyata lebih responsif ketika dalam kondisi kenyang.

Penelitian ini berskala kecil karena hanya melibatkan 20 wanita muda sebagai partisipan. Setengah dari mereka pernah berdiet setidaknya 2 kali selama hidup dan setengahnya lagi tidak pernah diet apapun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada percobaan pertama partisipan diminta berpuasa 8 jam sebelum diperlihatkan rangkaian gambar yang terdiri dari dua jenis. Jenis pertama adalah kumpulan gambar romantis seperti sepasang kekasih sedang berpegangan tangan. Sementara itu, jenis gambar kedua adalah gambar netral seperti bola bowling.

Pada percobaan kedua, partisipan juga diperlihatkan kumpulan gambar yang sama. Bedanya, mereka diberi asupan minuman senilai 500 kalori sebelum melihat gambar tersebut.

Usai tiap percobaan, peneliti mengobservasi tingkat aktivasi otak partisipan saat melihat dua jenis gambar tersebut melalui teknik radiologi Magnetic Resonance Imaging (MRI Scan).

Alice Ely selaku penulis penelitian mengungkapkan hasil temuannya. “Wanita ternyata lebih responsif pada sinyal romantis ketika dalam keadaan kenyang,” ujar Ely, seperti diberitakan Fox News (13/08/15).

Ia menyimpulkan keadaan kenyang dapat membuat wanita lebih fokus, termasuk untuk urusan asmara. “Ketika kita sudah merasa puas, maka kita bisa meraih hal-hal yang lebih baik,” tutur Ely.

Walaupun begitu, ia mengakui masih dibutuhkan penelitian lanjutan mengingat jumlah partisipan yang digunakan dalam penelitiannya sangat sedikit dan relatif sama.

Ely menjelaskan, “Ini semua sangat spekulatif tetapi temuan ini sangat menarik dan semacam tidak terduga.”

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads