Studi: Konsumsi Mentega dan Daging Tidak Sebabkan Kematian Dini

Studi: Konsumsi Mentega dan Daging Tidak Sebabkan Kematian Dini

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 13 Agu 2015 10:05 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Penelitian terbaru mengungkapkan konsumsi lemak jenuh seperti mentega, daging, dan krim tidak sebabkan kematian dini. Konsumsi lemak trans-lah yang justru dapat meningkatkan risiko kematian hingga 34% dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Seperti dilansir dari The Sydney Morning Herald (12/08/15), Dr Russell de Souza selaku pemimpin penelitian di Universitas McMaster, Kanada mengungkapkan β€œKonsumsi lemak trans yang ditemukan dalam makanan olahan seperti margarin dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.”

Sementara itu, peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti mentega, daging, dan krim dengan risiko kematian dini. β€œNamun bukan berarti kami merekomendasikan konsumsi lemak jenuh dalam jumlah banyak karena tidak ada bukti bahwa ini baik untuk kesehatan,” ujar Russell mengenai penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan lemak jenuh umumnya terdapat dalam produk hewani seperti mentega, susu sapi, daging, kuning telur, dan beberapa produk tanaman seperti cokelat dan minyak kelapa sawit.

Sedangkan lemak trans terkandung dalam makanan olahan yang diproduksi industri seperti margarin, aneka makanan ringan, dan banyak makanan kemasan.

Pedoman gizi Amerika Serikat membatasi konsumsi lemak jenuh tak boleh lebih dari 10% dari total asupan harian dan lemak trans tak boleh lebih dari 1% agar seseorang terhindari dari penyakit jantung dan stroke.

Namun hal ini ditepis oleh hasil penelitian yang melihat 50 penelitian sebelumnya dengan subjek penelitian lebih dari 1 juta orang. Mereka menemukan tidak ada hubungan antara konsumsi lemak jenuh dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, jantung koroner, dan diabetes tipe 2.

Konsumsi lemak trans justru berhubungan dengan peningkatan risiko kematian hingga 34% dalam waktu 8.5 tahun. Sebanyak 28% diantaranya berisiko tinggi meninggal akibat penyakit jantung koroner dan 21% akibat penyakit jantung.

Terlepas dari hasil penelitian ini, ahli kesehatan di Inggris memperingatkan agar tetap membatasi konsumsi makanan mengandung lemak jenuh. β€œAkan sangat bodoh bila seseorang mengartikan hasil penelitian ini dengan konsumsi daging berlemak ataupun mentega sepuasnya,” ujar Professor Tom Sanders di King's College, London.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads