Amaranth dan Pucuk Pakis, Superfood yang Tak Populer Tetapi Bernutrisi Hebat (2)

Amaranth dan Pucuk Pakis, Superfood yang Tak Populer Tetapi Bernutrisi Hebat (2)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 12 Agu 2015 12:12 WIB
Amaranth dan Pucuk Pakis, Superfood yang Tak Populer Tetapi Bernutrisi Hebat (2)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Amaranth dan Fiddleheads mungkin belum sepopuler kale dan quinoa. Namun kedua superfood ini punya segudang zat gizi yang baik untuk kesehatan. Selain keduanya, ada juga beberapa superfood baru yang layak dicoba.

Eco Watch (12/08/15) telah merangkum berbagai bahan makanan yang belum populer namun memiliki nutrisi hebat seperti berikut ini.

5. Skyr

Foto: Thinkstock
Secara teknis, skyr merupakan keju dan populer sebagai alternatif sehat dari Greek yogurt. Skyr yang berasal dari pulau terpencil di Islandia ini mengandung banyak protein dan probiotik. Rasanya agak manis dan sedikit lebih kental dari Greek yogurt.

6. Purslane

Foto: Thinkstock
Purslane sering dianggap sejenis rumput yang dapat ditanam sendiri dengan mudah. Tanaman asli India ini bisa menjadi pengganti bayam atau arugula yang lebih sehat. Zat gizi yang ada didalamnya antara lain asam lemak omega 3, zat besi, kalsium, serta vitamin, A, B, dan C. Untuk mengolahnya, pilih purslane yang masih muda dan segar.

7. Maca

Foto: Thinkstock
Maca berasal dari Peru dan sejak lama dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi anemia, depresi, kanker, hingga masalah kesuburan. Tanaman maca berbentuk seperti akar yang tergolong sejenis lobak. Maca bisa diolah langsung seperti kentang atau dibuat bubuk yang lebih praktis. Bubuk maca dapat ditambahkan pada smoothies, salad, dan sup. Untuk urusan gizi, maca mengandung berbagai vitamin, mineral, amino, dan asam lemak.

8. Teh rooibos

Foto: Thinkstock
Teh asal Afrika Selatan ini sebenarnya termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Rooibos tidak mengandung kafein dan rasanya relatif ringan. Teh ini juga kaya akan antioksidan bernama Chysoeriol. Digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah pernafasan, kanker, dan kehilangan memori.

Halaman 2 dari 5
(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads