Naik Sepeda dan Selalu Sarapan, Cara Orang Belanda dan Jerman Turunkan Berat Badan

Naik Sepeda dan Selalu Sarapan, Cara Orang Belanda dan Jerman Turunkan Berat Badan

Odilia Winneke - detikFood
Jumat, 07 Agu 2015 14:18 WIB
Naik Sepeda dan Selalu Sarapan, Cara Orang Belanda dan Jerman Turunkan Berat Badan
Foto: Getty Images
Jakarta - Kondisi alam dan budaya tiap negera memberi kemudahan bagi warganya untuk bergerak. Kegiatan fisik dan pola makan diyakini dapat memicu pembakaran kalori lebih baik. Hasilnya berat badan terkontrol bahkan turun.

Rupanya tiap negara punya kelebihan yang menguntungkan bagi mereka yang ingin menjaga berat badan. Dari kebiasaan sarapan, makan di rumah hingga menggenjot sepeda sepanjang hari. Apa yang dilakukan mereka mungkin bisa jadi inspirasi Anda untuk menurunkan berat badan.

1.Belanda : Naik Sepeda

Foto: Getty Images
Belanda selain dijuluki sebagai negeri kincir angin juga dikenal sebagai negara sepeda. Populasi sepedanya ada 8 juta sementara penduduk mereka hanya 6.5 juta. Rata-rata setahun mereka mengayuh 841.6 kilometer. Hal ini menunjukkan bagaimana bersepeda bisa menjaga tubuh orang Belanda tetap sehat dan ramping. Karenanya beragam fasiitas untuk pesepeda tersedia di Belanda.

2.Polandia : Makan di Rumah

Foto: Getty Images
Menurut studi Forbes tahun 2013, rata-rata orang Amerika membelanjakan $936 (Rp. 12.670.000) per tahun untuk makan siang di restoran. Sedagkan menurut catatan Visa, setiap orang Amerika membelanjakan $14 (Rp.189.000) - $21(Rp. 284.000) untuk makan siang.

Sedangkan pebisnis Polandia pria atau wanita akan menyebutkan bahwa makan di luar merupakan pemborosan. Juga sangat tidak baik untuk kesehatan dan berat badan. Karenanya rata-rata orang dewasa Polandia hanya membelanjakan 5% dari penghasilan tahunan untuk makan di luar.

3.Afrika Utara: Minum teh rooibos

Foto: Getty Images
Data dari International & American Associations of Clinical Nutritionists menyebutkan ada hubungan antara kebiasaan minim teh dan bekurangnya angka obesitas. Hal ini disebabkan karena setiap kali kita merasa lapar sebenarnya sedang dehidrasi.

Catechin, flavanoid yang ada pada jenis teh tertentu terutama rooibos dan teh hijau berkaitan erat dengan penuruan berat badan dan risiko kanker. Karenanya jika ingin meniru orang Afrika Selatan, sebaiknya minum teh rooibos tanpa gula sama sekali.

4.Jerman: Tak melewatkan sarapan

Foto: Getty Images
Dr. Arya Sharma, dari Scientific Director of the Canadian Obesity Network menyebutkan bahwa melewatkan sarapan bias mendorong orang makan lebih ban yak makanan berkalori tinggi dan berlemak tinggi. Karena rasa lapar memberi dorongan otak untuk memenuhi kebutuhan makan.

Di Jerman tercatat 75% populasinya selalu sarapan setiap pagi. Sementara hanya 44% orang Amerika yang sarapan setiap hari. Sarapan teratur membuat orang Jerman lebih fit dan langsing.

5.Thailand: Makanan berbumbu

Foto: Getty Images
Cabai dan rempah-rempah menjadi ciri khas makanan Thailand. Menurut riset American Society for Nutrition, cabai mengandung capsaicin yang dapat mendorong metabolisme dan mengurangi kecepatan makan.

Sedangkan riset dari University of California, Los Angeles, dihydrocapsiate atau DCT yang berkaitan capsaicin mampu menaikkan tenperatur tubuh hingga lebih efisien membakar lemak dan kalori.

6.Malaysia: Kunyit

Foto: Getty Images
Kunyit merupakan rempah rimpang yang dipakai sebagai pewarna kuning alami pada kari dan makanan lain. Rempah segar ini jadi bumbu utama makanan Malaysia.

Kunyit mengandung curcumin yang bisa menghancurkan jaringan lemak pada tubuh. Riset dari Tufts University,Β  Massachusetts, memberikan makanan berlemak pada tikus percobaan dengan tambahan sedikit bubuk kunyit. Berat badan tikus tetap stabil dibandingkan dengan tikus lain yang diberi makan tanpa campuran kunyit.

7. Brazilia : Nasi dan kacang-kacangan

Foto: Getty Images
Orang Brazillia dikenal suka berdansa, menyanyi dan berpesta. Rahasia kebugaran tubuh mereka terletak pada konsumsi makanan mereka yang selalu berisi nasi dan kacang-kacangan.

Riset pada jurnal Obesity Research,menyebutkan makanan nasi dan kacang-kacangan berkaitan dengan penurunan angka obesitas hingga 14%. Riset ini merujuk pada makanan yang kaya serat, rendah lemak yang mampu menjaga kesehatan. Makanan jenis inilah yang dikonsumsi orang Brazillia.
Halaman 2 dari 8
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads