Segelas susu menyimpan banyak manfaat kesehatan. Setiap 250 ml susu sapi mengandung sekitar 8 gram protein, 12 gram karbohidrat dan 300 mg kalsium. Susu juga kaya akan vitamin dan mineral termasuk potasium, fosfor dan vitamin B. Selain itu susu biasanya diperkaya dengan vitamin D, ini berarti susu termasuk salah satu makanan sumber vitamin terbaik.
Sebagian besar produk susu komersial menjalani proses sebelum dijual di toko. Tiga langkah utama meliputi pasteurisasi, homogenisasi dan fortifikasi. Proses ini untuk menghancurkan mikroorganisme berbahaya pada susu, memperpanjang masa simpan, membuat tekstur susu menjadi lembut dan meningkatkan nila nutrisi susu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susu tanpa lemak menjalani beberapa pengolahan untuk menghilangkan lemak ekstra dari krim asli. Setiap 250 ml susu segar (whole milk) mengandung sekitar 150 kalori, sedangkan susu tanpa lemak hanya mengandung sekitar 90 kalori.
Sayangnya, menghilangkan lemak pada susu juga sama saja menghilangkan vitamin D, A, E dan K. Hal ini menyebabkan susu tanpa lemak rendah akan nutrisi. Namun, proses fortifikasi dapat memastikan susu rendah lemak atau tanpa lemak tetap memiliki kandungan gizi yang sama seperti susu segar dan menjadi sumber vitamin yang signifikan.
Vitamin D tetap ada pada kebanyakan susu yang membantu untuk memfasilitasi penyerapan kalsium. Selain itu, vitamin A juga tetap terkandung pada susu bebas lemak, yang dapat meningkatkan kesehatan mata.
Saat ini, varian susu yang dijual di pasaran makin beragam. Mulai dari susu kedelai, susu almond sampai susu kelapa. Namun dari semua jenis susu ini, bagi mereka yang mencari minuman rendah kalori, susu tanpa lemak adalah pilihan yang tepat. Semakin rendah lemak pada susu, semakin rendah kalorinya.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN