Biji-bijian merupakan sumber vitamin E serta antioksidan yang dapat melindungi jaringan tubuh dari kerusakan radikal bebas. Akan tetapi saat biji-bijian ini mengalami proses penggilingan, maka mereka akan kehilangan beberapa komponen vitamin E dengan cepat karena paparan udara.
Menurut ilmuwan makanan asal Melbourne, Oliver Buddrick, sebagian besar roti gandum yang Anda lihat di toko roti lokal dan supermarket memiliki sangat sedikit kandungan vitamin E. Namun, semua itu dapat diubah dengan bantuan minyak sawit merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minyak sawit merah terbuat dari setengah asam lemak tak jenuh dan setengah jenuh. Sehingga kaya akan vitamin E dan beta-karoten," tutur Buddrick.
Dalam penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Chemistry Cereal, pengaruh Fermentasi dan Minyak akan berkontribusi terhadap peningkatan vitamin E dalam roti.
Selama penelitian, ditemukan sebanyak 4.740 mikrogram vitamin E per 100 gr roti gandum (sekitar dua iris) yang ditambahkan dengan minyak sawit merah. Sebaliknya, dengan tidak adanya minyak sawit merah, hasilnya hanya 488 mikrogram vitamin E per 100 gr roti gandum.
Dalam sehari, orang dewasa usia 14 tahun keatas membutuhkan sekitar 15 miligram. Ini berarti dua potong roti gandum yang ditambahkan dengan minyak sawit merah akan memberikan sepertiga dari dosis harian yang diperlukan vitamin E.
Dari segi tampilan, roti gandum panggang dengan minyak sawit merah cenderung mengeluarkan warna oranye. Rasa roti ini sedikit "beany" karena menggunakan minyak sawit merah murni. Tapi rasa ini dapat tertutupi dengan penambahan selai kacang atau madu.
Vitamin E terdiri dari tokoferol dan tokotrienol. Sebagai salah satu sumber alami terkaya vitamin E, minyak sawit merah kaya akan tokotrienol yang memiliki potensi menurunkan kolesterol darah.
Dalam penelitiannya, Buddrick menyebutkan bahwa tokotrienol juga telah terbukti memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan yang lebih besar dan dapat mengurangi kejadian kanker, diabetes serta penyakit jantung dan juga neurodegeneratif dibandingkan dengan tokoferol.
Kombinasi vitamin E, tokotrienol dan betakaroten membuat minyak sawit bisa menjadi makanan super antioksidan.
Dalam perjalanan penelitian, Buddrick berbicara tentang stabilitas minyak sawit merah pada suhu masak yang tinggi.
"Bila Anda menggunakan minyak sawit merah untuk menggoreng, vitamin E akan dipertahankan bahkan setelah tiga kali menggoreng dengan minyak yang sama. Sedangkan untuk minyak lain semua konten vitamin akan hilang dalam satu kali goreng atau pemanasan," jelas Buddrick dalam Star 2 (26/07/2015).
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN