Jakarta -
Informasi mengenai makan sehat dapat ditemui dengan mudah di internet, namun Anda perlu berhati-hati menyerapnya karena tidak semua informasi benar. Baru-baru ini Chinese Nutrition Communication Conference yang ketiga merilis survei mengenai lima rumor keliru mengenai pola makan sehat yang paling banyak beredar di internet.
Survei online yang berlangsung pada 7-12 Mei ini menerima 39.229 tanggapan dan menghasilkan lima rumor teratas mengenai pola makan sehat yang keliru. Seperti dilansir dari China Daily (15/06/15), ahli gizi dari Universitas Peking bernama Ma Guansheng meluruskan kekeliruan dalam lima rumor tersebut.
1. Konsumsi telur tingkatkan risiko penyakit jantung
Foto: Thinkstock
|
Banyak orang beranggapan konsumsi telur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena kuning telur dikabarkan tinggi kolesterol. Ma meluruskan, kolesterol dalam tubuh manusia berasal dari dua sumber yaitu tubuh manusia itu sendiri dan konsumsi makanan sehari-hari. Tubuh manusia biasanya menghasilkan 1.000 miligram (mg) kolesterol per hari, sedangkan konsumsi makanan menghasilkan 300-500 mg.Sementara itu, sebutir telur hanya mengandung 200 mg kolesterol sehingga sulit untuk menyalahkan telur sebagai sumber kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung. Ma menambahkan, menghindari konsumsi kuning telur justru membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk mendapatkan banyak zat gizi seperti vitamin A dan kolin.
2. Konsumsi produk bebas gula tidak akan menambah berat badan
Foto: Thinkstock
|
Label produk bebas gula yang kini banyak beredar hanya berarti produk tersebut tidak mengandung sukrosa. Sementara itu, aneka minuman, biskuit, dan roti banyak mengandung gula yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis termasuk pada anak.Β
Menurut Ma, mayoritas orang harus membatasi asupan gulanya tak lebih dari 10 persen dengan jumlah ideal sebenarnya hanya 5 persen. Ma juga mengingatkan, kebanyakan makanan bebas gula justru mengandung persentase lemak yang tinggi dan mengandung kalori dua kali lipat lebih banyak dari gula biasa dalam berat yang sama.
3. Konsumsi lemon dapat mencegah kanker
Foto: Thinkstock
|
Selama ini lemon dikenal sebagai buah kaya vitamin C, namun bila dibandingkan, sebenarnya paprika hijau mengandung vitamin C tiga kali lebih banyak dari lemon. Anggapan lemon dapat mencegah kanker juga tidak tepat. World Cancer Research Fund di Amerika Serikat membuktikan, makan beragam buah dan sayur dapat mengurangi risiko terkena kanker. Namun yang mereka maksud adalah buah dan sayur secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis buah.
4. Minum jus buah dan sayuran membantu menurunkan berat badan
Foto: Thinkstock
|
Banyak rumor mengatakan minum enam gelas jus buah dan sayur tiap hari selama sebulan (tanpa makan apapun) akan membantu menurunkan berat badan sebanyak 2,5 kg. Ma menjelaskan, memang benar kebiasaan tersebut dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat namun hal tersebut terjadi karena tubuh kehilangan banyak air. Hal ini berarti ketika diet tidak dilakukan, maka berat badan akan naik kembali dengan cepat.
5. Sisa sayuran tidak dapat dimakan karena mengandung nitrit beracun
Foto: Thinkstock
|
Untuk membuktikan mitos tersebut, Profesor Fan Zhihong dari Universitas Pertanian China pernah melakukan percobaan. Ia menempatkan sayuran yang telah dimasak dalam kulkas, dan setelah 24 jam, jumlah nitrit dalam sayuran bertambah dua kali lipat dari 300 mg menjadi 700 mg. Namun demikian, Zhihong mengatakan perlu konsumsi 30 kg sayuran untuk membuat seseorang keracunan nitrit dalam makanan. Ia menyarankan agar tidak memasak terlalu banyak sayuran untuk menghindari sisa makanan dan segera menaruh sayuran yang telah dimasak ke dalam kulkas.
(msa/odi)