Sering Merasa Lapar? Dehidrasi dan Makan Terlalu Cepat Bisa Jadi Penyebabnya (2)

Sering Merasa Lapar? Dehidrasi dan Makan Terlalu Cepat Bisa Jadi Penyebabnya (2)

Maya Safira - detikFood
Senin, 18 Mei 2015 18:50 WIB
Sering Merasa Lapar? Dehidrasi dan Makan Terlalu Cepat Bisa Jadi Penyebabnya (2)
Foto: Getty Images
Jakarta - Keinginan makan tak hanya timbul karena Anda butuh makanan. Makan terlalu cepat pun bisa menjadi penyebabnya. Tak hanya itu, masih ada alasan lainnya penyebab cepat lapar.

Kurangnya asupan lemak sehat atau sering melihat foto makanan lezat juga bisa jadi pemicu lapar. Jika sering merasa lapar, Anda perlu tahu pemicunya agar tak makan berlebih. Ahli gizi dari Amerika Serikat membagi alasan penyebabnya di sini.

7. Tidak makan cukup lemak

Foto: Getty Images
Sama seperti protein, lemak tak jenuh juga berkaitan dengan perasaan kenyang. Ketika puas setelah makan, Anda cenderung tidak makan lagi sampai benar-benar lapar. Konsumsilah lemak yang baik untuk jantung dan otak dalam pola makan. Termasuk minyak, kacang-kacangan, biji-bijian dan alpukat. Para ahli menyarankan orang dewasa membatasi asupan lemak 20 sampai 35 persen dari total kalori hariannya.

8. Melewatkan makan

Foto: Getty Images
Melewatkan sarapan, misalnya, bisa jadi bumerang bagi Anda. Jika Anda melewatkan waktu makan dan membiarkan perut kosong terlalu lama, akan menghasilkan sedikit peningkatan hormon lapar ghrelin yang memicu keinginan makan, ucap Alissa Rumsey dari American Academy of Nutrition and Dietetics. Ia menambahkan, ghrelin juga membuat saluran pencernaan berharap makanan datang. Bila Anda akhirnya makan, cenderung terlalu banyak makanan yang dikonsumsi.

Sesuai aturam umum, sebaiknya tidak memberi jeda lebih dari 4 sampai 5 jam diantara waktu makan. Meski Anda tak suka sarapan, cobalah makan sesuatu dalam waktu satu jam setelah bangun. Seperti yogurt, selai kacang, irisan apel atau smoothie dari susu kedelai.

9. Terpengaruh foto makanan

Foto: Getty Images
Jika Anda aktif di sosial media, tentunya akan melihat banyak gambar makanan yang menggiurkan. Mulai dari resep Pintereset hingga makan siang teman di Path. Tak hanya itu, iklan makanan di TV pun bisa memicu keinginan makan. Hubungan antara apa yang Anda lihat dan inginkan juga sudah diteliti pada sebuah studi tahun 2012 yang muncul pada jurnal Obesityfound. Studi menyebut melihat makanan bisa mendongkrak tingkat ghrelin, hormon rasa lapar.

Begitu juga dengan mencium aroma makanan. Menurut Maggie Moon, ahli gizi dari Los Angeles, aroma makanan yang sedap bisa menstimulasi reaksi fisiologis. Mulut akan mengeluarkan liur dan perut akan berkontraksi, meniru rasa lapar. Tentu akan sulit mengeliminasi aroma atau melihat makanan. Tapi coba batasi eksposur terhadap makanan lezat seperti mengganti iklan TV atau tidak mengikuti akun terkait makanan di Instagram.

10. Makan dengan cepat

Foto: Getty Images
Ketika Anda makan dengan cepat, perut mungkin terasa kenyang. Tapi Anda belum memberi otak cukup waktu untuk menerima rasa kenyang tersebut. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tahun 2013, menemukan konsumsi makanan dalam kecepatan moderat mendorong pelepasan hormon yang memberitahu otak rasa kenyang.

Sebaiknya konsumsi makanan secara perlahan, nikmatilah tiap gigitan. Kemudian tunggu setidaknya 20 menit sebelum Anda yakin perlu makan lagi. Itulah rentang waktu yang diperlukan mengirim sinyal kenyang ke otak, ucap Alissa.

11. Mengonsumsi obat

Foto: Getty Images
Obat yang dikonsumsi teratur karena adanya masalah kesehatan bisa memicu rasa lapar. Antidepresan dan kortikosteroid bisa mempengaruhi nafsu makan. Jika Anda mengonsumsi obat tersebut dan merasa lapar setelah konsumsi makanan ukuran normal, coba konsultasi pada dokter untuk melihat apakah mungkin beralih ke obat lain.
Halaman 2 dari 6
(Maya Safira/Odilia Winneke)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads