Menurut UNICEF, pada tahun 2012, sekitar 78 dari 1.000 anak meninggal sebelum usianya mencapai 5 tahun. Selain itu, hampir setengah dari semua anak terhambat perkembangannya. Kerdil dan rentan terkena penyakit kronis.
Dr Mark Manary, seorang dokter anak yang menangani masalah malnutrisi ini berfokus tidak hanya pada anak-anak tetapi juga para ibu muda. Dan Manary menggunakan selai kacang sebagai alat untuk memerangi malnutrisi di daerah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dilansir dalam NPR (09/05/2015), selai kacang mudah untuk dibuat dan dikenal tinggi kalori, protein dan juga lemak sehat. Selai ini biasa disebut dengan 'chiponde', untuk mengobati anak-anak yang kekurangan gizi di Malawi, Sierra Leone dan Ghana. Ini merupakan salah satu dari bantuan terapi makanan untuk memerangi gizi buruk.
Penelitian terbaru Manary, dengan melakukan tes Mamachiponde merupakan cara untuk mengetahui seberapa efektif produk ini dalam membantu ibu muda di Malawi Selatan untuk melahirkan bayi yang sehat.
Diperkirakan 1 dari 36 wanita di negara ini meninggal akibat komplikasi kehamilan dan hamil saat usia remaja menjadi salah satu yang paling rentan.
Sejak musim semi lalu, Manary beserta timnya telah bekerjasama dengan 15 klinik di Malawi untuk mendata wanita hamil. Terutama yang memiliki LILA di bawah 23 cm.
Selama 2 minggu, satu kelompok diberi jagung yang dicampur dengan kedelai yang mengandung asam folat dan zat besi. Kelompok kedua diberi campuran jagung ditambah dengan vitamin prenatal dan yang ketiga diberi chiponde yang memiliki dua kali asupan protein yang disarankan, vitamin dan beberapa nutrisi lain.
Hasilnya, rata-rata ibu hamil muda yang mengonsumsi chiponde ini melahirkan bayi dengan normal dengan berat 2,5 kg. Walaupun masih bisa dikatakan normal, hasilnya perlu ditingkatkan kembali.
"Dalam jangka panjang, tidak hanya perlu memberikan makanan bergizi, tetapi perlu diberikan sosialisasi memanfaatkan lahan untuk mendapat pendapatan daerah ," tutur Sanders, seorang dokter anak di University of Western Cape di Afrika Selatan yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Sanders juga mengingatkan bahwa sebaiknya beritahu para ibu untuk membuat selai kacang dan mengonsumsinya. Dengan begitu para ibu akan tahu bahwa kunci untuk menghentikan gizi buruk tidak dengan obat misterius. Tetapi sesuatu yang mereka bisa dapatkan dari bahan makanan lokal setempat untuk ditambahkan dalam makanan mereka.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN