Selai identik dengan rasa manis. Hampir 50 persen kandungan selai buah adalah gula, tidak hanya sebagai penambah rasa tapi juga pengawet. Bagi para penderita diabetes, ada yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi selai. Apa saja?
Diabetes merupakan suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau hormon pengatur gula darah. Penyakit ini juga dapat disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga bisa sebabkan meningkatnya kadar gula darah.
Tidak semua jenis selai buruk bagi penderita diabetes. Selai buah seperti nanas, strawberry hingga mangga memang mengandung banyak gula. Dalam pembuatannya, buah dan gula dibuat dengan perbandingan 1:1 sehingga tidak dianjurkan untuk penderita diabetes karena berisikoβ menaikkan βkadar gula darah hingga komplikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penderita diabetes melitus boleh mengonsumsi selai kacang atau pindakas maksimal 2 sdm per harinya," tutur Lilik Sri Hartati Raubun, SKM selaku ahli gizi sekaligus pengajar di Universitas Esa Unggul pada (10/03/2015).
Saat ingin mengonsumsi selai, Anda dapat memadukannya dengan bahan-bahan yang sehat dan tentunya tingi serat. Buah apel, pisang dan roti gandum bisa menjadi pilihan. Selain dapat membeli di supermarket, Anda juga dapat membuat selai kacang sendiri di rumah.
βMembaca label perlu menjadi hal yang penting dilakukan. Pastikan selai kacang tidak mengandung gula tambahan seperti fruktosa dan madu,β jelas ahli gizi yang pernah bekerja di RSCM.
Walaupun dapat membuat rasa kenyang lebih lama, selai kacang juga mengandung lemak sehingga cenderung tinggi kalori. Untuk itu, perlu memperhatikan konsumsi makanan yang seimbang. Jangan melewatkan sayur dan buah setiap harinya untuk asupan vitamin, mineral dan juga serat.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN