Dibandingkan dengan karbohidrat dan protein yang hanya mampu menghasilkan 4 Kkal/gr, lemak mampu menyediakan 9 Kkal/gr. Lemak banyak jenisnya, ada lemak tak jenuh (unsaturated fat) dan lemak jenuh (saturated fat).
Lemak tak jenuh bermanfaat untuk memperkecil risiko serangan jantung, meningkatkan antibodi tubuh dan membantu menurunkan kolesterol LDL (low density lipoprotein). Bahkan lemak tak jenuh tunggal mampu meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βLemak tak jenuh ganda atau PUFA terdiri dari lemak omega 3 dan lemak omega 6. Kedua asam lemak esensial ini berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Sayangnya, asam lemak esensial ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan hanya didapatkan dari asupan makanan,β tutur Emilia Ahmadi selaku Clinic Dietitian, Food Nutrition Expert, Disease Prevention dan Sport Nutrition.
Salmon, sarden, kacang almond, jagung, margarin dan semua jenis minyak nabati mengandung omega 6. Asam lemak jenis ini memiliki peran penting terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Sedangkan untuk buah zaitun, minyak zaitun, minyak canola, alpukat dan kacang-kacangan seperti wijen dan kacang tanah mengandung lemak tak jenuh tunggal.
βLemak jenuh (saturated fat/SAFA) ini termasuk dalam lemak trans. Lemak ini pada umumnya cenderung berbentuk padat. Lemak jenuh yang terkandung dalam beberapa makanan seperti susu murni, daging merah dan produk-produk daging seperti sosis dan burger,β tutur Emilia saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan (13/03/2015).
Mengonsumsi lemak jenis ini perlu dibatasi karena akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah terutama, meningkatkan LDL dan menimbulkan risiko penyakit jantung koroner.
Menurut Emilia, selain bijak dalam memilih lemak dalam pola makan kita sehari-hari, kita juga perlu cermat dalam mengolah makanan. Membiasakan untuk memasak dengan metode seperti menumis, mengukus dan memanggang dapat dilakukan untuk meminimalisir kandungan lemak yang ada di dalam bahan makanan.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN