Sebelum Makan, Ketahui Terlebih Dahulu Jenis Lemak Dalam Makanan

Sebelum Makan, Ketahui Terlebih Dahulu Jenis Lemak Dalam Makanan

- detikFood
Senin, 16 Mar 2015 09:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Lemak merupakan salah satu dari tiga zat gizi utama dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Lemak ini juga merupakan sumber energi tertinggi selain karbohidrat dan protein. Agar tubuh tetap sehat, ketahui terlebih dahulu jenis lemak dalam makanan.

Dibandingkan dengan karbohidrat dan protein yang hanya mampu menghasilkan 4 Kkal/gr, lemak mampu menyediakan 9 Kkal/gr. Lemak banyak jenisnya, ada lemak tak jenuh (unsaturated fat) dan lemak jenuh (saturated fat).

Lemak tak jenuh bermanfaat untuk memperkecil risiko serangan jantung, meningkatkan antibodi tubuh dan membantu menurunkan kolesterol LDL (low density lipoprotein). Bahkan lemak tak jenuh tunggal mampu meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lemak baik atau lemak tak jenuh ini dibagi menjadi dua yakni lemak tak jenuh ganda (poly-unsaturated fat / PUFA) dan lemak jenuh tunggal (mono-unsaturated fat / MUFA).

β€œLemak tak jenuh ganda atau PUFA terdiri dari lemak omega 3 dan lemak omega 6. Kedua asam lemak esensial ini berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Sayangnya, asam lemak esensial ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan hanya didapatkan dari asupan makanan,” tutur Emilia Ahmadi selaku Clinic Dietitian, Food Nutrition Expert, Disease Prevention dan Sport Nutrition.

Salmon, sarden, kacang almond, jagung, margarin dan semua jenis minyak nabati mengandung omega 6. Asam lemak jenis ini memiliki peran penting terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sedangkan untuk buah zaitun, minyak zaitun, minyak canola, alpukat dan kacang-kacangan seperti wijen dan kacang tanah mengandung lemak tak jenuh tunggal.

β€œLemak jenuh (saturated fat/SAFA) ini termasuk dalam lemak trans. Lemak ini pada umumnya cenderung berbentuk padat. Lemak jenuh yang terkandung dalam beberapa makanan seperti susu murni, daging merah dan produk-produk daging seperti sosis dan burger,” tutur Emilia saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan (13/03/2015).

Mengonsumsi lemak jenis ini perlu dibatasi karena akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah terutama, meningkatkan LDL dan menimbulkan risiko penyakit jantung koroner.

Menurut Emilia, selain bijak dalam memilih lemak dalam pola makan kita sehari-hari, kita juga perlu cermat dalam mengolah makanan. Membiasakan untuk memasak dengan metode seperti menumis, mengukus dan memanggang dapat dilakukan untuk meminimalisir kandungan lemak yang ada di dalam bahan makanan.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads