Apa Benar Makan Nasi dan Buah Segar Bisa Bikin Gemuk? (1)

Apa Benar Makan Nasi dan Buah Segar Bisa Bikin Gemuk? (1)

- detikFood
Jumat, 06 Feb 2015 14:38 WIB
Apa Benar Makan Nasi dan Buah Segar Bisa Bikin Gemuk? (1)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pendapat dan informasi seputar makanan yang beredar di masyarakat belum tentu benar. Namun,masih saja banyak orang mempercayainya. Seperti mitos soal makan buah, nasi dan kentang. Yang penting dicermati adalah kebenaran informasi nutrisinya.

​Tidak semua mitos atau anggapan soal makanan salah. Tetapi beberapa info ini membuat orang yang sedang berdiet mudah terpengaruh. Sebaiknya cermati kebenaran kandungan nutrisinya.

1. T​elur berbahaya bagi kesehatan

Foto: Thinkstock
Telur mengandung jumlah kolesterol sebanyak 211mg,
​karenanya​
telur dianggap sebagai makanan yang tidak sehat. Meski telur tinggi kolesterol, efeknya bagi tubuh tidak berbahaya.

Penelitian menunjukkan jika makanan yang tinggi kolesterol tidak terlalu mempengaruhi tingkat kolesterol dalam darah. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans justru yang memicu naiknya kolesterol dalam tubuh. Sedangkan telur adalah salah satu makanan bergizi yang amat baik. Mengandung protein berkualitas tinggi dan lemak yang baik bagi tubuh. Selain itu terdapat antioksidan lutein dan zeaxanthine.

2. Karbohidrat bikin​ gemuk

Foto: Thinkstock
Mengurangi jumlah karbohidrat yang diasup tubuh memang salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Namun jika kurang mengonsumsi karbohidrat justru akan membuat Anda kekurangan energi yang penting bagi tubuh, para ahli diet dan ahli gizi berpendapat kita wajib mengonsumsi makanan berkarbohidrat seperti gandum, kacang-kacangan, sayur dan buah.

Kurangnya konsumsi karbohidrat akan membuat tubuh kekurangan asupan gizi yang sehat seperti serat, mineral, vitamin, dan antioksidan. Sayangnya, makanan yang mengandung karbohidrat olahan seperti roti tawar, kue, permen, dan dessert manis lainnya rendah nutrisi. Karenanya akan membuat Anda cepat lapar kembali dan ingin makan lagi. Karenanya untuk mengontrol berat badan,  hindari makanan dengan karbohidrat olahan dan beralih ke karbohidrat yang kaya serat juga protein.

3. B​oleh makan sepuasnya selagi sehat

Foto: Thinkstock
Banyak orang lupa​ pengaruh makanan sehat bagi tubuh. Makanan sehat dan alami seperti buah zaitun, alpukat, kacang, ikan, ayam, daging sapi, dan telur memiliki pengaruh yang baik. K​arena kaya akan lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Namun mengonsumsi makanan tersebut perlu diperhatikan porsinya agar tak memicu kenaikan berat badan.​

4. Makan​ buah berdampak buruk karena kandungan gulanya tinggi

Foto: Thinkstock
Memang buah tinggi akan kandungan gula, namun tidak berarti buah tidak baik. Gula dalam buah adalah sejenis fruktosa--gula alami yang ditemukan pada​ tumbuh-tumbuhan. Fruktosa berbeda dengan gula yang sudah diolah. Gula yang biasanya dipakai di dapur merupakan olahan glukosa dan fruktosa. Tak perlu khawatir mengonsumsi buah, karena serat pada buah juga membantu memperlambat sistem pencernaan yang akan membuat perut merasa kenyang lebih lama.

5. Sayuran beku tidak sesehat sayuran segar

Foto: Thinkstock
Faktanya, sayuran beku masih memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan sayuran yang masih segar. Hal ini karena sayuran tersebut dipetik dan dikemas saat kualitasnya tengah baik,​ ketika benar-benar baru dipanen. Secara kualitas, nutrisinya pun sama tingginya dengan sayuran segar. Justru sayuran segar kerap kehilangan kandungan nutrisinya selama perjalanan dari tempat panen menuju pasar, seringkali saat dijual sudah tidak terlalu segar. 
Halaman 2 dari 6
(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads