Jus Jeruk Lebih Bernutrisi Dibandingkan Buah Jeruk Segar?

- detikFood Rabu, 28 Jan 2015 13:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - ​Jus jeruk menjadi minuman sarapan orang Amerika dan banyak orang di dunia. Minum jus jeruk dan jus buah lainnya tentu lebih gampang. Dibandingkan dengan mengupas, memotong dan mengunyah buah utuh. Tetapi penelitian justru membuktikan buah jus jeruk segar lebih ​​bernutrisi. ​

Penelitian kali ini dilakukan terhadap buah jeruk dan jus jeruk. ​Hasilnya menunjukkan bahwa ​ternyata karotenoid dan flavanoid dalam jus jeruk justru lebih banyak dibanding pada buah jeruk segar.

Peneliti dari Jerman dan Arab Saudi melakukan penelitian terhadap jeruk navel segar yang tersedia dalam tiga bentuk berbeda​. J​eruk pertama hanya dikupas, jeruk kedua dihaluskan, dan jeruk ketiga disajikan dalam bentuk jus.

Mereka menemukan tingkat vitamin C dan karetenoid sebenarnya sama jumlahnya baik dari jus maupun buah jeruk segar. Sementara tingkat flavonoid pada buah ternyata lebih rendah.

Selanjutnya para peneliti menaruh jeruk yang mereka teliti dalam sebuah tabung khusus yang kinerjanya menyerupai kerja sistem pencernaan. Hal menariknya, karetenoid dan flavonoid yang dilepaskan dari jus jeruk lebih banyak dibanding buah jeruk segar.

Pada jus jeruk, pelepasan karetenoid meningkat mulai dari 11 persen hingga 28 persen bahkan meningkat hingga 39,5 pada jus jenis pasteurized juice. Sementara flavonoid meningkat lima kali lipat dibanding dengan buah jeruk biasa.

Dilansir dari National Public Radio, penemuan yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry ini cukup menarik secara ilmiah. Peneliti menganalisis jika temperatur bisa saja mempengaruhi pelepasan karetenoid pada jus jenis pasteurized juice.

“Saat penelitian memang menggunakan tabung ​yang ​memiliki kerja mirip sistem pencernaan. Namun belum diketahui seberapa baik tingkat penyerapan nutrisi yang bisa diserap tubuh,” ​u​jar Jeffrey Blumberg, koordinator Antioxidant Research Laboratory di Tuft University.

“Penelitian ini sejalan dengan penelitian lain mengenai nutrisi pada buah dan sayur akan lebih bioavailable jika buah atau sayur tersebut dipotong, dihaluskan, dijus, atau disajikan bersama minyak​,​”​​​tambahnya.

Nyatanya, memang banyak hal dari penelitian ini yang membuat peneliti tertantang untuk ​melakukan penelitian​ lebih jauh lagi. ​Seperti​ mengenai bagaimana pelepasan nutrisi terjadi dalam buah maupun sayur.

Jika pada sayuran, mungkin dengan menambahkan tomat yang mengandung betakaroten atau minyak zaitun maka kita akan tahu kandungan nutrisinya bertambah.

Tapi tidak dengan jus buah. Apalagi jika Anda membelinya di supermarket. Wendy White, ahli pangan dan nutrisi dari Iowa State University mengungkapkan dengan mengonsumsi jus buah akan meningkatkan gula darah dibanding dengan mengonsumsi buah alami. Bahkan studi dari Harvard University mengungkap jika konsumsi jus pada umumnya bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe dua.

Belum lagi jus yang dijual di supermarket rata-rata mengandung fruktosa. Peneliti mengungkap jika fruktosa lebih berisiko dibanding gula dalam meningkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit ​hati​. Akan lebih bijak jika ​membuat sendiri​ jus jeruk.

Mengenai kalori, segelas jus jeruk memiliki kandungan energi yang setara dengan dua buah jus jeruk. Hal yang mungkin tidak bisa didapat saat menikmati jus mungkin sensasi saat mengupas kulit jeruk​.​​ A​roma harum menguar dan menjadi sensasi tersendiri saat menikmati jeruk.

Jika Anda lebih suka mengonsumsi jeruk segar alami, pilih jeruk dengan bulir yang cukup banyak. Karena paling tidak Anda akan mendapat manfaat serat yang lebih banyak juga.

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com