Benarkah Minum Air Putih dan Tidak Makan Nasi Bikin Berat Badan Cepat Turun? (1)

Benarkah Minum Air Putih dan Tidak Makan Nasi Bikin Berat Badan Cepat Turun? (1)

- detikFood
Minggu, 25 Jan 2015 11:24 WIB
Benarkah Minum Air Putih dan Tidak Makan Nasi Bikin Berat Badan Cepat Turun? (1)
Foto: Getty Images
Jakarta - Saat sedang berdiet, banyak ​s​ekali informasi tentang cara efektif turunken berat badan. Tidak semua info dan mitos diet itu benar adanya. Seperti makanan sehat dan rendah lemak pasti baik.​​ Karenanya perlu selektif mencerna info seputar diet.​

​Minum banyak air, menahan lapar akan membuat berat badan cepat turun. Cobalah cek dulu kebenaran mitos tersebut dan mitos-mitos lain seputar diet ini. ​

1. Mitos: Melaparkan diri adalah cara terbaik menurunkan berat badan

Foto: Getty Images
Fakta: Diet yang membuat lapar dan menyiksa diri tidak akan mengakibatkan penurunan berat badan jangka panjang. Masalah utama adalah diet jenis ini sulit untuk dipertahankan. Bahkan, terkadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan di kemudian hari.

Tubuh akan kekurangan energi sehingga membuat Anda ingin menyantap makanan tinggi lemak dan gula. Jika Anda berhenti diet dan mulai makan makanan tak sehat, Anda akan mengonsumsi lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan. Inilah yang menyebabkan berat badan ​naik ​kembali.

2. Mitos: Pil pelangsing efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang

Foto: Getty Images
Fakta: Konsumsi pil pelangsing saja tidak bisa menjaga penurunan berat badan jangka panjang. Obat pelangsing juga hanya bisa digunakan jika diberi resep oleh dokter.

3. Mitos: Makanan sehat harganya lebih mahal

Foto: Getty Images
Fakta: Makanan sehat belum tentu lebih mahal dari makanan tidak sehat. Anda biasanya akan membayar lebih banyak untuk makanan siap saji yang tinggi lemak dan garam. Dibanding Anda membeli bahan-bahan segar dan membuat makanan sendiri.

4. Mitos: Makanan berlabel 'rendah lemak' selalu menjadi pilihan sehat

Foto: Getty Images
Fakta: Makanan berlabel 'rendah lemak' harus memenuhi kriteria hukum untuk memakai label tersebut. Label seperti 'reduced fat' tidak perlu memenuhi kriteria yang sama dan bisa menyesatkan.

Camilan berlabel 'reduced fat' harus mengandung lemak kurang dari versi ​'​full fat​'​. Namun ini tidak otomatis menjadikannya pilihan sehat. Makanan tersebut bisa mengandung lebih banyak lemak dibanding seporsi buah, misalnya. Makanan rendah lemak juga terkadang mengandung kadar gula yang tinggi.

5. Mitos: Olahraga secara ekstrim adalah cara ​efektif ​menurunkan berat badan

Foto: Getty Images
Fakta: Tentunya pernyataan itu tidak benar. Suksesnya penurunan berat badan melibatkan perubahan kecil yang dapat Anda lakukan terus dalam jangka waktu lama. Jadi perlu membangun aktivitas fisik secara teratur dalam rutinitas harian.

Orang dewasa berusia 19 sampai 64 ​tahun ​perlu melakukan setidaknya 150 menit aktivitas, seperti jalan cepat atau bersepeda, tiap minggunya. Bagi orang yang kelebihan berat badan, dibutuhkan lebih banyak lagi aktivitas fisik. Untuk menurunkan berat badan, Anda perlu membakar kalori lebih banyak dari yang dikonsumsi. Ini bisa didapat dengan banyak bergerak dan makan lebih sedikit.
Halaman 2 dari 6
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads