Secara khusus riset yang baru dilakukan membuktikan kopi bisa menurunkan risiko kanker kulit, malignant melanoma. Kanker kulit yang biasa diderita orang orang Kaukasia berkuit putih. Kanker ini menduduki peringkat kelima di Amerika penyebab kematian.
Selasa (20/1) hail riset dipublikasikan di JNI (Journal of the National Cancer Institute). Peneliti menganalisa data dari NIH-AARP Diet and Health Study pada lebih dari 447.000 orang kulit putih non Hispanic, yang berisiko tinggi terkena kanker kulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian juga mengamati efek minum kopi yang lebih banyak. Namun, kopi decaffeinated tidak memiliki efek yang sama.
Penelti juga memasukkan faktor yang bisa memicu kanker kulit. Seperti paparan sinar uV, indeks massa tubuh, usia, jenis kelamin, kegiatan fisik, konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.
Meski hasil riset ini menjadi kabar baik buat peminum kopi tetapi menurut para peneliti hasil peneltiian baru tahap awal, mungkin saja tdak cocok untuk populasi lain. Karenanya para peneliti perlu melakukkan riset lanjutan. Terutama tentang efek kopi pada kanker kulit tersebut.
Dalam studi terdahulu tentag konsumsi kopi ditunjukkan khasiat kopi untuk Alzheimer, Parkinson, diabetes, deperesi, penyakit hati bahkan kematian dini. Juga penelitian tentang efek kopi pada jenis kanker kulit lainnya.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN