Tak Semua Jenis Salad Cocok untuk Diet Merampingkan Badan

Tak Semua Jenis Salad Cocok untuk Diet Merampingkan Badan

- detikFood
Jumat, 02 Jan 2015 16:30 WIB
Tak Semua Jenis Salad Cocok untuk Diet Merampingkan Badan
Foto: Getty Images
Jakarta - Salad identik dengan makanan diet. Padahal, tidak semua jenis salad mendukung upaya penurunan berat badan. Tak sedikit salad yang menggunakan saus creamy seperti mayones, sehingga justru menambah asupan kalori. Karena itu, cermatlah dalam memilih salad.

Baca dulu panduan berikut sebelum memutuskan memperbanyak konsumsi salad saat berdiet:

1. Salad klasik

Foto: Getty Images
Di manapun disajikan, salad di kategori ini biasanya memiliki standar yang sama. Caesar salad, misalnya, harus mengandung romaine lettuce dan crouton dengan parutan keju parmesan, minyak zaitun, air lemon, dan kecap Inggris atau anchovy.

Jenis salad yang masuk kategori ini di antaranya nicoise salad dan caprese salad. Waspadai kandungan garam yang tinggi pada kecap Inggris dan anchovy bagi Anda yang mengalami tekanan darah tinggi.

2. Salad buah

Foto: Getty Images
Seperti namanya, salad ini berbahan utama aneka buah segar maupun kalengan. Sausnya biasanya mayones, namun bisa pula berupa keju krim, krim kocok, atau yoghurt. Karena manis, salad buah bisa dijadikan makanan pencuci mulut.

Sebaiknya pilih salad yang mengandung buah segar saja, bukan buah kalengan karena mengandung gula ekstra. Hindari saus creamy selain yogurt karena berlemak dan tinggi kalori.

3. Salad sayuran hijau

Foto: Getty Images
Salad sayuran bisa mengandung beragam variasi sayuran seperti paprika, mentimun, tomat, jagung, sampai bawang bombai. Sausnya bisa creamy (misalnya mayonnaise) atau bening (vinaigrette, minyak zaitun).

Kalau hanya berbahan sayuran daun seperti selada atau bayam, salad tersebut dinamakan salad hijau (green salad). Biasanya salad ini diberi hiasan berupa kacang-kacangan, crouton, atau tomat ceri. Salad sayuran tergolong paling cocok dikonsumsi saat sedang berdiet, asal tak menggunakan saus creamy.

4. Salad gurih

Foto: Getty Images
Salad gurih terdiri dari bahan gurih seperti daging tuna, ayam, telur, atau kentang yang 'diikat' dengan saus kental seperti mayones (bound salad). Karena bahannya saling menempel, salad ini bisa 'dicetak' dengan sekop es krim. Salad gurih sering dijadikan isian sandwich.

Jenis salad ini tergolong memiliki lemak dan kalori tinggi, apa lagi jika dipadukan dengan roti putih untuk sandwich. Sebaiknya hindari atau konsumsi sedikit saja jika sedang berdiet.

5. Salad pasta

Foto: Getty Images
Salad juga bisa dibuat dari pasta-pasta pendek seperti makaroni, penne, atau fusilli. Salad ini seringkali dibuat dari pasta sisa. Agar teksturnya lebih enak, pasta yang lembut bisa dipadukan dengan bahan-bahan renyah seperti sayuran segar atau protein seperti daging-dagingan.

Salad pasta bisa disantap sebagai hidangan utama, namun sebaiknya hindari saus creamy agar lebih rendah kalori dan tidak enek. Tambahan daging dan sayur bisa membuat kandungan gizinya lengkap.

6. Salad pelengkap

Foto: Getty Images
Saat memesan steak atau hidangan utama, biasanya ada seporsi kecil salad sebagai pelengkap. Salad tersebut bisa berupa garden salad (salad sayuran) atau coleslaw (kol iris).

Salad pelengkap penting untuk menambah kandungan serat dalam hidangan utama, namun jangan terlalu banyak saus creamy-nya. Selain itu karena porsi salad pelengkap sedikit, Anda perlu tetap menghabiskan lalap yang juga menjadi pelengkap hidangan untuk memperbanyak konsumsi sayuran.
Halaman 2 dari 7
(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads