Mengapa Orang Sulit Menahan Godaan Makan Burger dan Fried Chicken?

Mengapa Orang Sulit Menahan Godaan Makan Burger dan Fried Chicken?

- detikFood
Rabu, 24 Des 2014 19:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Meski tahu bahwa junk food tak sehat dikonsumsi, namun tetap saja orang tergoda menyantapnya. Menurut temuan di jurnal Psychology and Health terbaru, hal ini disebabkan oleh pemikiran positif yang kita kaitkan dengan junk food. Namun, ada cara mengatasinya.

Bagi kita, junk food cenderung terlihat paling menarik dan enak dimakan. Tampaknya hal ini berakar dari evolusi dan pengalaman hidup masing-masing orang. Namun efeknya tentu tak baik untuk jangka panjang.

Ashleigh Haynes dari Flinders University dan rekannya melakukan penelitian untuk menyelidiki bagaimana penilaian otomatis terhadap makanan (positif atau negatif) dan godaan berinteraksi memengaruhi konsumsi camilan tak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka memberikan empat makanan tak sehat kepada 192 orang dan meminta mereka menilai godaan yang mereka rasakan dengan skala 1-7. Lalu, partisipan diminta menghubungkan makanan tersebut dengan kata-kata positif dan negatif untuk mengukur penilaian tersirat mereka terhadap makanan itu.

Setelah itu, kedua peneliti mengukur seberapa banyak makanan yang dikonsumsi peserta studi dalam 10 menit. "Semakin negatif penilaian implisit mereka terhadap makanan, semakin tak tergoda mereka dan semakin sedikit makanan yang mereka santap," simpul Haynes terkait hasil studi tersebut.

Ia berpendapat, beberapa bukti menunjukkan bahwa kita bisa melatih ulang asosiasi yang dibuat otak terkait junk food. Seperti yang ditulis ABC Australia (19/12/2014), hal ini diharapkan bisa membantu penderita obesitas untuk mengurangi asupan kalori.

"Daripada mengaitkan makanan tak sehat dengan konsep positif, kita bisa menghubungkannya dengan konsep yang lebih negatif dalam rangka mengurangi kekuatan godaan. Dengan demikian, konsumsi camilan tak sehat bisa dikurangi dengan lebih sukses," ujar mahasiswa PhD di bidang psikologi kognitif terapan tersebut.

Program tersebut biasanya dilakukan dengan menampilkan gambar makanan tak sehat berbarengan dengan gambar negatif di layar komputer. Jadi, kaitan antara makanan tak sehat dan konsep negatif di otak lebih kuat.

Sampai saat ini, program tersebut memiliki tingkat keberhasilan beragam dalam mengrangi konsumsi makanan tak sehat. Metode semacam ini juga memiliki keterbatasan, yakni kaitan negatif hanya bisa mengurangi kekuatan godaan.

Jadi, program tersebut harus dilengkapi dengan strategi lain yang meningkatkan kemampuan kita dalam menahan godaan, sekuat apapun itu, demi memenuhi tujuan jangka panjang kita.

"Menyantap cake cokelat, contohnya, memberikan kesenangan secara langsung. Padahal dalam jangka panjang, kita tahu bahwa menyerah terhadap godaan ini secara terus menerus akan berakibat buruk bagi kesehatan," jelas Haynes.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads