Sering Ngidam Cokelat atau Keju Berlebihan? Atasi dengan Cara Ini (2)

Sering Ngidam Cokelat atau Keju Berlebihan? Atasi dengan Cara Ini (2)

- detikFood
Jumat, 19 Des 2014 15:10 WIB
Sering Ngidam Cokelat atau Keju Berlebihan? Atasi dengan Cara Ini (2)
Foto: Getty Images
Jakarta - Keinginan menyantap ayam goreng, roti dan cokelat kadang tak terkendali. Hanya melihat gambar saja bisa menimbulkan keinginan untuk mengonsumsinya. Untuk menghentikan keinginan tersebut bisa disiasati dengan cara sederhana.

Beberapa hal ini bisa Anda lakukan untuk mengatasi ngidam makanan berlebih.

5. Makanan cepat saji

Foto: Getty Images
Bila ingin mengonsumsi makanan cepat saji, sebaiknya buat saja sajiannya di rumah dengan kandungan kalori lebih sedikit. Contohnya seperti konsumsi ubi manis goreng yang memiliki paduan citarasa manis dan gurih.

Sebuah riset dari Swedia juga menemukan bahwa ekstrak daun bayam mengandung membran daun hijau (tilakoid) yang bisa menurunkan lapar hedonis sampai 95%. Lapar hedoni sendiri mengacu pada keinginan makanan tidak sehat seperti makanan manis atau siap saji.

6. Comfort food

Foto: Getty Images
Rachel Warren, penulis The Smart Girl's Guide to Going Vegetarian, mengatakan bahwa secara umum mengidam makanan lebih berkaitan erat dengan emosi diri dibanding kebutuhan psikologi. Saat perasaan hati sedang buruk, Anda cenderung mencari comfort food.

Untuk kebaikan jangka panjang, sebaiknya konsumsilah sejumlah kecil makanan yang benar-benar diinginkan misalnya es krim. Ini lebih baik dibanding Anda makan porsi besar makanan diet, contohnya frozen yogurt yang lebih tinggi gula.

7. Garam

Foto: Getty Images
Jika Anda suka makanan gurih, ada cara untuk mendapatkan rasa lezat pada hidangan tanpa berlebihan memakai garam. Rachel menyarankan penggunaan bahan makanan asam seperti cuka, lemon, atau air jeruk nipis untuk mengurangi keinginan menambah garam pada masakan.

8. Kafein

Foto: Getty Images
Keinginan konsumsi minuman berkafein seperti kopi bisa terjadi karena beberapa hal. Mulai dari kebiasaan yang sudah lama terbentuk, kurang stamina atau bahkan variasi gen. Pada tahun 2012, peneliti dari University of North Carolina dan enam lembaga lainnya menemukan dua gen yang menentukan cara tubuh memetabolisme kafein, jumlah konsumsi dan keinginan mengonsumsinya.

Jadi jika Anda ingin menurunkan asupan kafein, Rachel menyarankan konsumsi teh hitam atau teh hijau yang lebih rendah jumlah kafein. Lakukan pengurangan sedikit demi sedikit tiap harinya dibanding harus melakukan secara drastis. Meski kopi dan teh mengandung antioksidan, namun pastikan tidak berlebihan mengonsumsinya. Ahli gizi merekomendasikan konsumsi kafein harian di bawah 300 sampai 400 mg per hari.
Halaman 2 dari 5
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads