Sering Ngidam Cokelat atau Keju Berlebihan? Atasi dengan Cara Ini (1)

Sering Ngidam Cokelat atau Keju Berlebihan? Atasi dengan Cara Ini (1)

- detikFood
Jumat, 19 Des 2014 14:42 WIB
Sering Ngidam Cokelat atau Keju Berlebihan? Atasi dengan Cara Ini (1)
Foto: Getty Images
Jakarta - Meski sudah kenyang, seringkali tanpa sadar Anda tetap mengunyah berbagai makanan favorit. Contohnya mengemil kue, keju atau cokelat. Keinginan ngemil ini sebenarnya dapat diatasi dengan mudah.

Agar bisa meredam ngidam cokelat, kue atau keju, lakukan hal berikut ini.

1. Makanan manis

Foto: Getty Images
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa gula dan lemak menstimulasi bagian kesenangan dalam otak. Namun efek dari gula jauh lebih besar, sehingga orang lebih sulit untuk menolak makanan manis.

Menurut Julie Upton, ahli diet sekaligus pendiri Appetite for Health, semakin orang menghindari atau mencoba membatasi makanan manis maka akan semakin besar keinginan mengonsumsinya. Lebih baik tetap makan sepotong cokelat daripada menyiksa diri. Julie juga menyarankan konsumsi buah kering atau permen bertekstur keras untuk camilan. Sebab makanan tersebut butuh waktu untuk menghabiskannya dan kandungan kalorinya tidak terlalu tinggi.

2. Karbohidrat

Foto: Getty Images
Frances Largemen-Roth, penulis buku Eating In Color: Delicious, Healthy Recipes for You and Your Family, menyebutkan bahwa karbohidrat adalah sumber energi nomer satu bagi tubuh. Jadi saat sedang lelah, karbohidrat adalah makanan pertama yang disantap. Jika Anda sering mengidam makanan berkarbohidrat, Frances menyarankan alternatif karbohidrat sehat. Seperti pasta whole wheat, oatmeal atau pisang.

3. Keju

Foto: Getty Images
Bila sedang mengidam keju, sebaiknya pilih versi lebih ringan. Sebab menurut Frances terkadang orang hanya ingin rasa asin dengan tekstur creamy dari keju. Untuk memenuhi keinginan ini, Frances menyarankan memakai sedikit taburan keju atau menambah yogurt plain pada makanan.

4. Cokelat

Foto: Getty Images
Julie mengatakan bahwa cokelat tidak sepenuhnya buruk. Kandungan antioksidan dalam dark chocolate memiliki manfaat bagi kesehatan. Untuk itu, sebaiknya jauhi milk chocolate berkualitas rendah yang tinggi gula. Lebih baik konsumsi dark chocolate dengan jumlah kakao tertinggi (sekitar 85 persen). Julie juga menyarankan konsumsi hot chocolate yang terbuat dari kakao berkualitas.
Halaman 2 dari 5
(msa/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads