Tahun Depan Diet Mediterania dan Flexitarian Masih Akan Digemari

Tren Pola Makan Sehat 2015

Tahun Depan Diet Mediterania dan Flexitarian Masih Akan Digemari

- detikFood
Selasa, 16 Des 2014 18:40 WIB
Tahun Depan Diet Mediterania dan Flexitarian Masih Akan Digemari
Foto: Getty Images
Jakarta - Dengan kesadaran masyarakat akan pola makan sehat, banyak pola diet kembali populer. Mulai dari diet dengan penambahan kacang dan ikan dalam menu harian atau pola makan yang banyak mengonsumsi bijian kaya nutrisi.

Untuk menghindari penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, banyak diet khusus yang diciptakan. Ternyata pola makan tersebut banyak diikuti oleh mereka yang ingin menjaga tubuh tetap sehat. Ahli nutrisi Australia memprediksi pola makan sehat ini akan semakin populer tahun 2015.

1. Diet Mediterania

Foto: Getty Images
Diet ini pertama kali dipublikasikan tahun 1940an oleh peneliti Amerika Serikat yang menemukan masyarakat yang tinggal di pulau Crete, Yunani mempunyai umur panjang dengan tingkat penyakit jantung rendah. Diet ini mempunyai karakteristik banyak konsumsi sayuran dan buah segar, kacang, grain, produk susu, dan ikan. Konsumsi daging merah hanya dilakukan beberapa kali dalam sebulan. Penelitian Swinburne University menemukan orang yang menjalankan diet Mediterania fungsi otaknya lebih baik, lebih bahagia, dan risiko penyakit jantung rendah.    

2. Flexitarian

Foto: Getty Images
Flexitarian adalah seseorang yang menjalani diet vegetarian tapi tetap mengonsumsi daging satu hingga dua kali seminggu. The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan flexitarian hidup 3,6 tahun lebih panjang dibanding yang mengonsumsi daging karena diet ini mengandung serat, antioksidan, dan lemak baik lebih banyak. Diet ini juga bisa mencegah kanker usus yang banyak diderita masyarakat dunia.  

4. Eight-hour diet

Foto: Getty Images
Pada minggu ini, tim peneliti Amerika Serikat menemukan pembatasan makanan delapan hingga 12 jam bisa menurunkan berat badan serta mengurangi risiko diabetes dan kolesterol tinggi. Tikus laboratorium yang berpuasa sembilan hingga 12 jam berhasil mengurangi berat badan dibanding tikus lainnya yang diberi makan sepanjang hari. Tim peneliti percaya hal tersebut bisa membuat tubuh bersinkronisasi dengan sistem pencernaan dan bakteria perut yang mengontrol metabolisme. 
Halaman 2 dari 4
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads