Gara-gara Sajikan Junk Food 3 Rumah Sakit Pemerintah Abu Dhabi Dikritik Tajam

Gara-gara Sajikan Junk Food 3 Rumah Sakit Pemerintah Abu Dhabi Dikritik Tajam

- detikFood
Senin, 15 Des 2014 14:39 WIB
Foto: The National
Jakarta -

Tiga rumah sakit pemerintah di Abu Dhabi dilaporkan menyajikan junk food di kafetaria mereka. Penyajian hidangan tersebut dikritik oleh ahli kesehatan, mengingat konsumsi makanan tersebut bisa memicu obesitas dan tekanan darah tinggi.

Menu di kafetaria Sheikh Khalifa Medical City, Mafraq Hospital, dan Corniche Hospital menyajikan chicken wing, chips, pizza, dan cream cake. Dengan sedikitnya hidangan sehat, para ahli kesehatan mulai mengkritik penyajian hidangan tersebut.

“Junk food adalah salah satu penyebab obesitas dan semua hidangan yang disajikan dikategorikan sebagai junk food. Makanan seperti itu harusnya dilarang masuk dalam rumah sakit. Dalam opini saya rumah sakit harusnya menjadi contoh,” tutur Dr Mohammed Idrees selaku medical director di Al Tadawi Medical Centre, Dubai kepada The National (15/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kafe dan kantin rumah sakit masih menjual junk food dan diet yang tidak sehat, pemerintah akan kesulitan membuat aturan untuk bisnis makanan lainnya. Makanan seperti pizza dan pasta bisa disajikan, tapi sebaiknya dimasak dengan cara lebih sehat dan porsi kecil.

“Jika pizza dibuat homemade dengan keju low fat. Pasta boleh disajikan dengan takaran lebih kecil, direbus dan tidak dimasak dengan mentega. Makanan goreng benar- benar tidak boleh disajikan di rumah sakit karena kaya akan lemak jenuh,” tutur Kiram Tbayli, ahli diet klinis.

Bara’a Osama Al Ries, diet klinis di Burjeel Hospital di Abu Dhabi menyatakan para penyedia jasa kesehatan harusnya membuat contoh untuk staf dan pengunjung. Pengendalian porsi dan penyajiannya dengan cara dibakar tidak digoreng bisa menjadi alternatif lebih sehat.

Makanan tidak sehat seperti kue dan keripik bisa menjadi pemicu diabetes tipe dua. Untuk staf yang mempunyai komplikasi kesehatan dan yang mengidap penyakit jantung, konsumsi makanan tersebut justru bisa memperparah kondisi mereka.

“Makanan yang disajikan harusnya sederhana dan alami seperti sayuran berdaun dengan sedikt bahan tambahan bumbu dan saus. Tim dokter harusnya terlibat dalam penyajian hidangan agar nutrisinya seimbang dalam hal kalori, mineral, karbohidrat, dan lemak,” tambah Dr Muraleedharan Manghat, ahli endrokonologi dalam bidang diabetes dan penyakit metabolisme di LLH Hospital Abu Dhabi.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads