Sering Jerawatan dan Kulit Kusam Bisa Disebabkan oleh Seafood dan Pewarna Buatan

Sering Jerawatan dan Kulit Kusam Bisa Disebabkan oleh Seafood dan Pewarna Buatan

- detikFood
Senin, 24 Nov 2014 08:40 WIB
Sering Jerawatan dan Kulit Kusam Bisa Disebabkan oleh Seafood dan Pewarna Buatan
Foto: Getty Images
Jakarta - Meski rajin melakukan perawatan kulit, bisa saja jerawat tetap bermunculan dan kulit kusam. Berbagai faktor bisa menyebabkan kerusakan pada kulit, salah satunya makanan. Beberapa makanan dapat memicu munculnya alergi pada kulit.

Konsumsi makanan dengan pewarna buatan dan kopi bisa menimbulkan alergi berupa munculnya jerawat kecil hingga kulit kusam. Karenanya hindari konsumsi berlebihan makanan ini.

1. Kopi

Foto: Getty Images
Konsumsi 2 atau 3 cangkir kopi sehari dapat menstimulasi kelenjar pituitary. Hal ini menyebabkan respon adrenocortical berupa produksi kortisol. Kortisol dikenal sebagai 'hormon stres' dan bisa memicu kenaikan berat badan. Selain itu, kortisol juga mempercepat proses penuaan dini berupa penipisan pada kulit.

2. Seafood

Foto: Thinkstock
Makanan laut seperti udang dan lobster sarat kandungan yodium. Tentu saja yodium diperlukan dalam pola makan untuk menjaga kelenjar tiroid tetap normal. Namun terlalu banyak yodium bisa menyebabkan jerawat. Batasilah konsumsi seafood agar kulit lebih cerah.

3. Pewarna buatan

Foto: Getty Images
Pewarna merah, kuning, atau biru dapat menambah keindahan makanan. Namun pewarna buatan dengan berbagai kandungan kimia itu dapat menyebabkan munculnya peradangan. Peradangan dapat memicu kulit berjerawat, penuaan dini, atau gatal-gatal akibat reaksi alergi.

4. Alkohol

Foto: Getty Images
Alkohol dapat memicu dehidrasi yang buruk bagi kulit. Dehidrasi membuat garis-garis halus dan kerutan pada wajah terlihat lebih jelas.

5. Gula

Foto: Getty Images
Terlalu banyak konsumsi gula dan makanan tinggi karbohidrat dapat menyebabkan penurunan kolagen dan elastin. Hasilnya kulit pun jadi kurang elastis dan kulit menjadi cepat kendur. Kurangilah konsumsi gula melalui pola makan sehat agar kulit terjaga elastisitasnya.

6. Susu tanpa lemak

Foto: Getty Images
Pada tahun 2005, studi Harvard Nurse menemukan hubungan antara susu tanpa lemak dan jerawat. Meski  ada hormon dalam semua susu sapi yang memicu jerawat, namun studi itu mencatat bahwa peminum susu tanpa lemak paling banyak menderita masalah kulit. Kemungkinan disebabkan tingginya hormon bioavailable pada susu skim yang belum diserap lemak. Hormon itu dapat menstimulasi kelenjar sebaceous sehingga produksi minyak pada kulit semakin tinggi.
Halaman 2 dari 7
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads