Kecuali Sebagai Sumber Karbohidrat, Beras Juga Kaya Zat Besi

Kecuali Sebagai Sumber Karbohidrat, Beras Juga Kaya Zat Besi

- detikFood
Kamis, 06 Nov 2014 13:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jenis dan kualitas beras kini makin beragam. Makanan popok orang Asia ini kini makin bernutrisi karena perkembangan teknologi budidaya beras. Karenanya beras juga menjadi bagian untuk memenuhi kecukupan nutrisi setiap hari.

Zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang sangat baik untuk mencegah anemia. Anak-anak yang menderita anemia akan terganggu perkembangan fisik dan mentalnya, sehingga kemampuan belajar akan menurun. Sedangkan untuk ibu hamil, zat besi diperlukan untuk menghindari resiko BBLR (berat badan lahir rendah).
 
Terdapat sekitar 50% wanita hamil dan 40% anak sekolah di Asia yang menderita anemia. Sedangkan di negara berkembang diperkirakan terjadi sekitar 20% kematian ibu yang melahirkan akibat kekurangan zat besi.
 
Cara mudah untuk mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi. Tak hanya berasal dari daging merah atau ikan, ternyata beras juga kaya akan zat besi yang sangat baik untuk menunjang kesehatan.
 
Jika dalam 100 gr beras giling mengandung zat besi sekitar 1,8 mg, berarti dapat menyumbangkan zat besi dalam tubuh sekitar 25-30% dari total kebutuhan gizi harian. Sedangkan dalam 100 gram daging sapi terdapat 2.8 mg zat besi.
 
"Zat besi yang terkandung dalam beras memang tidak dilakukan dengan proses fortifikasi. Akan tetapi hal ini berasal dari jenis varietas padi yang digunakan. Pupuk ditambahkan dengan zat besi, sehingga tanaman padi akan menyerap zat besi lebih banyak dari tanah." Jelas Prof. Dr. Ir Djoko Said Damardjati, MS dalam acara Tour de Solo dan Sragen PT. Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food (04/11/2014).
 
International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan IRRI, bekerjasama dengan Balai Penelitian Padi (Balipta) dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), telah mengidentifikasi plasma nutfah padi. Plasma ini tinggi zat besi dan seng untuk dimanfaatkan dalam pembuatan varietas unggul.
 
Untuk meningkatkan kandungan zat besi pada padi, dilakukan dengan cara menyilangkan varietas unggul nasional yang berpotensi hasil tinggi dengan varietas Maligata spesial 13 (padi kaya besi kurang lebih sekitar 22 ppm pada beras pecah kulit) asal Filipina.
 
Dengan adanya penemuan ini, tak perlu khawatir kekurangan zat besi. Cukup mengonsumsi beras dari pada kaya zat besi dan mengikuti pola makan seimbang. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Beras merupakan bahan makanan nabati sehingga penyerapan zat besi tidak secepat hewani. Agar asupan zat besi optimal, padukan konsumsi beras atau nasi dengan lauk pauk lain.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads