Cokelat Mampu Hambat Penurunan Daya Ingat pada Usia Lanjut

Cokelat Mampu Hambat Penurunan Daya Ingat pada Usia Lanjut

- detikFood
Rabu, 29 Okt 2014 12:11 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dengan bertambahnya usia, risiko seseorang mengalami penurunan daya ingat semakin tinggi. Kandungan bernama flavanol yang ada dalam cokelat bisa membantu menyehatkan otak.

Tim peneliti Columbia University Medical Center mengumpulkan 37 peserta sehat umur 50 hingga 69 tahun. Mereka diminta meminum minuman cokelat yang mengandung flavanol dengan takaran berbeda ada yang diberikan 900 mg atau 10 mg.

Menurut AFP (29/10/2014) setelah mengonsumsi minuman tersebut, tim peneliti melakukan brain imaging, mengukur volume darah di area hippocampus bernama dentate gyrus, daerah formasi memori yang performanya menurun seiring bertambahnya umur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga melakukan melakukan tes memori sebelum dan sesudah partisipan mengonsumsi minuman. Tes pengenalan pola dilakukan selama 20 menit didesain untuk menilai tipe memori yang dikendalikan oleh dentate gyrus. Kelompok dengan konsumsi flavanol tinggi mengalami peningkatan daya ingat dan peredaran darah ke dentate gyrus pun lancar.

“Jika partisipan mempunyai daya ingat usia 60 tahun di awal studi, setelah tiga bulan orang tersebut mempunyai daya ingat seseorang yang berumur 30 atau 40 tahun,” tutur Scott Small, profesor neurology di Columbia University Medical Center, New York.

Dengan hasil studi ini, flavanol menjanjikan pencegahan penurunan daya ingat yang disebabkan pertambahan usia tanpa menggunakan obat. Kandungan ini ada di dalam anggur, blueberry, teh, dan beberapa sayuran. Dalam studi sebelumnya, kandungan flavanols dalam cokelat bisa meningkatkan performa dentate gyrus pada tikus.

Hasil penemuan yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience ini bisa diterapkan ke kasus hilang ingatan normal. Seperti lupa nama seseorang atau tempat menaruh sebuah benda yang mulai banyak dialami orang berumur 50-60 tahun.

Minuman cokelat yang dipakai dalam penelitian ini disiapkan oleh salah satu perusahaan makanan besar di Amerika Serikat. Produsen tersebut menggunakan proses khusus untuk mengambil ekstrat flavanol dari biji kakao.

“Secara sederhana, kandungan flavanol yang ditemukan dalam cokelat sangat kecil dibandingkan minuman yang dikonsumsi oleh para partisipan. Semoga di masa depan, ditemukan sumber makananan atau diet spesifik yang mengandung flavanol dalam jumlah tinggi seperti yang kami teliti,” tambah Scott.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads