Selama ini telah terjadi perdebatan di antara chef, koki dan pebisnis ayam goreng soal minyak yang paling baik untuk menggoreng. Mereka menyebutkan munyak biji anggur, canola dan minyak kacang tanah.
Peneliti di Sfax University Tunisia membandingkan melakukan peelitian tentang minyak yang cocok untuk menggoreng. Mereka membandingkan minyak olive dengan minyak jagung, minyak kedelai dan biji bunga matahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat dipanaskan minyak bisa memproduksi zat yang beracun dan kandungan nutrisinya bisa hilang atau berubah. Pnelitian ini bertujuan menemukan minyak yang paling sedikit mengalami perubahan nutrisi saat dipakai untuk menggoreng berulang kali.
Tim peneliti menggoreng kentang dengan 3 suhu dengan 4 jenia minyak berbeda, minyak plive, minyak jagung, minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari. Kentang digoreng dalam 3 suhu, 160 C, 190 C dan oan fried sengan suhu 180 C.
Pengujian ini diulang 10 kali dengan minyak yang sama, dalam konsisi seperti rumahtangga umumnya. Cara berbeda dpakai untuk mengetahui perubahan minyak selama proses penggorengan.
Hasilnya menunjukkan jika dipakai untuk menggoreng, minyak goreng secara umum, komposisi kimiawinya stabil dibandingkan minyak bijian. Sedangkan minyak olive menunjukkan paling tahan terhadap oksidasi, dan asam lemak trans serta prosentase total zat nutrisinya paling sedikit berubah pada suhu 160 C saat dalam proses penggorengan.
Kesimpulannya, minyak olive lebih bagus dibandingakn minyak bijian untuk menggoreng. Karena kualitasnya dan nutrisinya lebih baik atau tak banyak mengalami perubahan.
Sedangkan International Olive Oil Council menyatakan,β Minyak olive ideal untuk menggoreng. Dengan kondisi dan temperature yang tepat dan tidka terlalu pans. Tidak ada perubah struktur dan kandungan nutrisinya tetap a wet dibandingkan dengan minyak lainnya . Bukan hanya kandungan antioksidannya saga tetapi juga karena kandungan oleic acid yang tinggi.β
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN