Agar Bayi Sehat, Saat Usia Produktif Wanita Harus Konsumsi Makanan Bernutrisi

Agar Bayi Sehat, Saat Usia Produktif Wanita Harus Konsumsi Makanan Bernutrisi

- detikFood
Selasa, 07 Okt 2014 15:49 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Tak hanya saat hamil, wanita usia subur yang sudah menikah juga perlu mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang. Hal ini dapat menghindari risiko terjadinya berat badan lahir bayi rendah.

Menurut Virtual Medical Center (07/10/2014) selama kehamilan, wanita memerlukan beberapa makro dan mikro nutrien. Perempuan memerlukan tambahan sekitar 240 kalori per hari pada trimester kedua dan 452 kalori pada trimester ketiga untuk membantu perkembangan janin. Selain kalori, wanita hamil juga membutuhkan sekitar 975 mg zat besi.

Diet gizi seimbang harus menjadi dasar asupan gizi wanita. Nutrisi yang baik dibutuhkan sebelum pembuahan dan selama 12 minggu pertama kehamilan. Termasuk tahap awal, ketika seorang wanita tidak menyadari hamil. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk mempertahankan diet yang sehat untuk mempersiapkan kelahiran dan menghindari risiko saat hamil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mempertahankan diet sebelum konsepsi sangat penting untuk membangun kesehatan embrio yang nantinya akan terbentuk. Embrio merupakan sel pertama yang memproduksi ketika sperma dan sel telur bertemu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu memiliki pengaruh yang sangat penting pada proporsi sel yang akan membentuk janin dan juga plasenta.

Pada wanita yang kekurangan gizi, proporsi yang lebih besar dari sel-sel cenderung membentuk plasenta dibandingkan dengan janin. Janin akan relatif kecil saat mulai pertumbuhan serta perkembangannya dalam rahim akan dibatasi. Hal ini memungkinkan bayi yang dilahirkan akan berukuran kecil yaitu kurang dari 2,5 Kg.

Saat janin tidak menerima cukup makronutrien, ia akan merespon dengan mengurangi produksi glukosa dan insulin yang pada akhirnya akan memperlambat laju pertumbuhan janin dan tingkatkan resiko berat badan lahir rendah (BBLR).

Jika kekurangan pasokan nutrisi, janin akan mengalihkan aliran darah, sehingga pasokan nutrisi untuk melindungi otak dan organ lain termasuk ginjal, otot dan sistem endokrin (sistem yang mengatur produksi hormon tubuh) secara otomatis berkurang.

Semua wanita mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Karenanya semua perempuan harus memastikan mereka tahu bagaimana mempertahankan diet seimbang yang sehat sebelum dan selama kehamilan.

Namun, beberapa wanita mungkin merasa lebih sulit untuk mengakses ataupun mengonsumsi semua komponen yang diperlukan dari diet yang sehat sepanjang kehamilannya.

Gaya hidup tak sehat seperti merokok dan penggunaan makanan atau minuman tidak sehat juga perlu dibatasi agar tak mengganggu penyerapan nutrisi sehingga bayi dan ibu tetap sehat.

Menurut Times of India, mempertahankan diet yang sehat sebelum dan selama kehamilan dapat membantu melindungi ibu hamil dan mengoptimalkan perkembangan bayinya.

Konsumsi makanan sehat bisa terus dilakukan, seperti konsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, karbohidrat, roti, unggas, produk susu, daging, ikan dan kacang-kacangan. Serta tak lupa konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi.





(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads