Telan Banyak Korban Keracunan, Masyarakat Inggris Dihimbau Berhati- hati Konsumsi Jamur Liar

Telan Banyak Korban Keracunan, Masyarakat Inggris Dihimbau Berhati- hati Konsumsi Jamur Liar

- detikFood
Senin, 06 Okt 2014 13:53 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pemerintah Inggris mengingatkan pengumpul jamur liar menyusul puluhan kasus keracunan setahun terakhir ini. Lembaga kesehatan menyatakan risiko keracunan akan lebih tinggi setelah musim semi dan bulan Agustus.

Public Health England (PHE) menyatakan lebih dari 80 kasus keracunan karena jamur terjadi saat musim panen. Peringatatan ini datang enam tahun setelah penulis Nichola Evans dan ketiga anggota keluarganya harus dicuci darah setelah mengonsumsi jamur beracun yang mereka kumpulkan di hutan.

Di Inggris, pengumpulan bahan makanan liar mulai populer di kalangan chef seperti Hugh Fearnley-Whittingstall dan Antonio Carluccio. Keduanya mendorong masyarakat untuk memetik jamur dan bahan makanan yang tumbuh di alam liar. Dengan tren bahan makanan organik semakin meningkat, semakin banyak orang mulai memburu sayuran dan buah layak makan di hutan lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu National Poisons Information Service (NPIS) dari PHE mencatat 237 kasus keracunan di seluruh Inggris dan beberapa diantaranya melibatkan anak di bawah umur 10 tahun. Satu bulan sebelum musim panen 2014 yang dimulai pada bulan September, NPIS telah menerima 84 kasus.

Jamur tumbuh di cuaca yang hangat dan lembap, suhu rata- rata di bulan September adalah bulan tertinggi pertumbuhan jamur. Sementara bulan Agustus curah hujan tinggi pada dua minggu pertama. Beberapa varian jamur yang berbahaya dikonsumsi manusia adalah Death Cap, the Destroying Angel dan Fool’s Webcap karena racun di dalamnya langsung menyerang hati dan ginjal.

“Dengan suhu yang semakin berubah banyak masyarakat mulai mengarah ke pedesaan untuk menjadi bahan makanan liar yang bisa menjadi aktivitas menyenangkan. Tapi, saat berkaitan dengan jamur liar masyarakat perlu memperhatikan bahaya potensial yang bisa saja terjadi,” tutur Dr John Thompson selaku director of the NPIS unit di Cardif (06/10/2014).

Dr. John Thompson juga menyatakan walau bayak jamur yang nikmat untuk dikonsumsi, membedakan spesies yang beracun dan layak dikonsumsi cukup sulit dilakukan jika seseorang tidak berpengalaman. Karena itu, dihimbau untuk tidak memetik jamur kecuali sangat kenal terhadap varian tersebut.

“Saat musim semi, masyarakat Inggris keluar untuk mengumpulkan jamur liar atau hanya menikmati pedesaan Inggris. Dengan mengidentfikasi varian jamur yang benar untuk dipetik dan dimakan, panen bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan tidak membahayakan kesehatan,” tutur Dr John Harrison selaku director Centre for Radiation, Chemicals and Environmental Hazards PHE.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads