Kurangi Limbah Makanan, Sekolah di Inggris Ijinkan Siswa Pilih Sendiri Menu Sehat

Kurangi Limbah Makanan, Sekolah di Inggris Ijinkan Siswa Pilih Sendiri Menu Sehat

- detikFood
Kamis, 02 Okt 2014 13:22 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Di Inggris, banyak sekolah yang menyediakan makan siang untuk para siswa. Akan tetapi ketentuan pemerintah yang mengharuskan konsumsi lebih banyak buah dan sayur membuat pembuangan limbah sekolah lebih banyak.

Pada tahun 2012, Departemen Pertanian AS memperbaharui standar gizi sekolah. Mandat yang diberikan adalah dengan memberikan lebih banyak buah dan sayur kedalam nampan siswa. Akan tetapi banyak siswa yang tidak menyukai sayur dan juga buah.

Secara Nasional, National School Lunch Program melayani lebih dari 30 juta siswa setiap tahun. Limbah makanan memang selalu menjadi masalah bagi lembaga-lembaga besar salah satunya sekolah. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak membuang makanan dari 24 persen menjadi 35 persen setiap harinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tujuan pemerintah adalah untuk memastikan anak-anak memiliki pilihan makanan yang sehat dan juga berkualitas. Akan tetapi kami juga tidak ingin membuat banyak makanan terbuang di luar sana,” tutur Craig Schneider selaku Direktur Nutrisi untuk School District Poudre.

Government Accountability Office melaporkan bahwa, tercatat banyak sekolah yang mengeluh mengenai peningkatan limbh. Namun, ia mengakui kurang memiliki data mengenai penumpukan sampah (sayur dan buah) yang terbuang.

Menurut para peneliti, kunci untuk mengurangi limbah saat makan siang adalah dengan memberi anak-anak pilihan. Dengan membiarkan anak-anak untuk memilih makanan mereka sendiri, anak lebih dapat menghabiskan makanan. Dibandingkan dengan meminta para petugas mengambilkan makan siang di nampannya.

Namun demikian sampah sekolah masih menjadi masalah besar. Sebuah tim peneliti dari Colorado State menemukan rata-rata siswa membuang lebih dari sepertiga dari makanan di atas nampan yang sebagian besar berisi sayur dan buah. Hal ini memiliki persentase yang lebih tinggi dari makanan yang terbuang di rumah.

"Karena sekolah bergantung pada siswa, saya pikir hal ini benar-benar sulit untuk menyeimbangkan makanan sehat dengan rasa preferensi klien," tutur Ahli Gizi CSU Leslie, Cunningham Sabo.

Cunningham Sabo mengatakan distrik sekolah dapat membuat perubahan halus dengan efek yang besar dari limbah makanan. Dia mengatakan sekolah dapat meningkatkan waktu bermain sebelum makan siang sehingga sisa makanan dapat dikurangi sebesar 30 persen.

“Penelitian lain menunjukkan pemasaran makanan sehat dapat mengubah pandangan siswa mengenai buah-buahan dan sayuran. Sekolah tidak perlu takut untuk berkreasi dengan aneka sayuran dan mengubah citra sayuran sebagai makanan sehat yang enak pada anak-anak.” Tutur Stephanie Smith, selaku Ahli Gizi .

Lebih baik lagi jika melibatkan para siswa mengatur menu. Mereka dapat berpartisipasi dalam makan siang di sekolah dan dengan kreasi menu yang mereka buat diharapkan dapat mengurangi pembuangan limbah makanan di sekolah.

(lus/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads