Nutrisi Ikan Lebih Optimal Diserap Otak Jika Ikan Dipanggang

Nutrisi Ikan Lebih Optimal Diserap Otak Jika Ikan Dipanggang

- detikFood
Senin, 22 Sep 2014 14:05 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Ikan dikenal kaya akan asam lemak omega 3. Namun, menyantap ikan tak harus dalam keadaan segar. Karena sebuah tim peneliti justru menemukan jika ikan diolah benar nutrisinya lebih maksimal.

Studi terbaru dari Penn State University menemukan orang yang mengonsumsi ikan dengan cara dipanggang atau broiled mempunyai otak lebih sehat. Dibandingkan mereka yang mengonsumsi ikan goreng dan tidak mengonsumsi ikan sama sekali. Kesehatan otak diukur dari volume grey matter yaitu komponen penting dalam sistem syaraf pusat.

Dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi ikan sama sekali, orang yang mengonsumsi ikan panggang memiliki 14 persen volume grey matter lebih besar di area otak bertanggung jawab untuk kognitif dan 4 % volume di area yang mengendalikan memori. Sementara yang makan ikan digoreng volume grey matternya hampir sama dengan yang tidak mengonsumsi ikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil studi tersebut, tim peneliti mengungkapkan beberapa faktor. Tipe ikan yang biasa dipanggang adalah salmon dan makarel kaya akan asam lemak omega 3 yang bisa melindungi daya ingat dan penurunan kognitif.

β€œIkan juga mempunyai antioksidan utama seperti vitamin C dan E yang bekerja dengan omega 3 untuk kesehatan otak yang lebih baik, tapi temperatur tinggi saat memasak merusak omega 3 dan nutrisi lainnya,” tutur Cyrus Raji, M.D., Ph.D. selaku kepala peneliti.

Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa konsumsi ikan goreng tidak sesehat olahan ikan lainnya. Raji menegaskan jenis ikan yang banyak digoreng seperti kod tidak mempunyai kandungan omega-3 dan antioksidan terlalu tinggi.

Tim peneliti sampai saat ini masih belum mengetahui efek konsumsi ikan yang dibakar. Mengingat banyaknya gaya bakaran yang saat ini dipakai masyarakat mulai dari pengasapan hingga dibakar diatas arang sehingga hasil yang konsisten susah didapat. Hasil studi ini dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads