Makan Bayam Terbukti Dapat Mengendalikan Keinginan Makan Berlebih

- detikFood Kamis, 04 Sep 2014 16:07 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Kelaparan hedonis (hedonic hunger) merupakan istilah untuk menyebut keinginan makan tidak sehat seperti makanan manis atau siap saji. Inilah penyebab umum terjadinya obesitas dan kebiasaan makan yang buruk. Studi terbaru menyebutkan bahwa kelaparan hedonis dapat ditanggulangi dengan konsumsi bayam.

Sebuah studi dari Lund University di Swedia menunjukkan ekstrak bayam yang mengandung membran daun hijau (tilakoid) mampu mengatasi kelaparan hedonis. Keinginan makan itu dapat hilang sampai 95 persen dan meningkatkan penurunan berat badan sampai 43 persen.

Mengonsumsi tilakoid mampu memperkuat produksi hormon tubuh yang memberi perasaan kenyang dan menekan rasa lapar hedonis. Sehingga nafsu makan pun terkontrol, kebiasaan makan lebih sehat dan penurunan berat badan makin banyak.

"Analisis kami menunjukkan konsumsi minuman yang mengandung tilakoid sebelum sarapan dapat mengurangi keinginan makan berlebih dan membuat Anda kenyang sepanjang hari," tutur Charlotte Erlanson-Albertsson, profesor kedokteran dan kimia fisiologis di Lund University, seperti dilansir dari Science Daily (02/09/2014).

Penelitian ini sendiri melibatkan 38 wanita dengan berat badan berlebih. Setiap pagi sebelum sarapan para partisipan diminta meminum jus hijau. Sebagian perempuan diberi ekstrak bayam sebanyak 5 gram. Sedangkan sebagian lainnya diberi plasebo.

Partisipan tidak tahu dalam kelompok mana mereka ditempatkan. Mereka hanya diberi instruksi untuk mengonsumsi pola makan seimbang termasuk makan tiga kali sehari dan tidak melakukan diet lain. Ini dilakukan terus menerus selama 3 bulan.

Hasilnya menunjukkan kelompok yang mengonsumsi tilakoid dari bayam kehilangan berat badan 5 kg. Adapun kelompok lainnya hanya turun 3,5 kg. Kelompok dengan tilakoid juga lebih mudah untuk tetap makan tiga kali sehari dan mereka tidak mengalami keinginan makan berlebih.

Menurut Charlotte, tilakoid dapat memperlambat proses pencernaan sehingga menimbulkan perasan kenyang. Ia pun menyimpulkan seseorang dapat berpedoman pada pola makan tanpa camilan dan makanan tidak sehat seperti permen, keripik, dan lainnya dengan konsumsi tilakoid.

(fit/odi)