Tertarik Menjalani Diet Rendah Karbohidrat? Beberapa Hal Ini Perlu Diperhatikan

Tertarik Menjalani Diet Rendah Karbohidrat? Beberapa Hal Ini Perlu Diperhatikan

- detikFood
Sabtu, 16 Agu 2014 13:28 WIB
Tertarik Menjalani Diet Rendah Karbohidrat? Beberapa Hal Ini Perlu Diperhatikan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Whole wheat dikenal sebagai bahan makanan yang ramah bagi pelaku diet, sayangnya beberapa bukti membuktikan hal tersebut tidak benar. Karena itu, banyak masyarakat mulai berpindah menjalani diet rendah karbohidrat.

Diet karbohidrat biasanya diimbangi dengan konsumsi bahan makanan kaya protein. Penerapan diet ini tak hanya membuat tubuh langsing tapi juga tetap sehat. Sebelum menerapkan diet rendah karbohidrat total, menurut William Davis, MD selaku penulis Wheat Belly Total Healthbeberapa makanan ini perlu Anda konsumsi lebih banyak .

1. Hindari daging olahan dengan sodium nitrat

Foto: Thinkstock
Daging olahan seperti sosis, pepperoni, bacon, dan salami terkadang mengandung zat pewarna bernama nitrit. Saat dimasak, kandungan sodium nitrat bereaksi dengan asam amino dalam daging untuk menghasilkan nitrosamine yang dalam beberapa studi berkaitan dengan kanker usus dan perut. Lebih baik konsumsi daging alami dan dada ayam yang kaya akan protein.  

2. Konsumsi makanan fermentasi

Foto: Thinkstock
Karena tidak mengonsumsi bijian. Konsumsi lebih banyak yogurt, acar, dan tempe. Bakteria pro biotik baik untuk kesehatan perut dan bahan makanan fermentasi enak untuk dimasukkan dalam salad dan salsa.  

3. Jangan membatasi garam

Foto: Thinkstock
Walau Institute of Medicine membatasi 2.300 mg per hari, Dr. Davis menyatakan konsumsi rata- rata garam di Amerika Serikat mencapai batas 3.400 mg adalah tingkat yang normal. Faktanya, konsumsi garam kaya mineral seperti sea salt saat menjalani diet rendah karbohidrat. Kombinasikan dengan bahan makanan kaya potasium seperti alpukat dan kelapa. Tapi jangan konsumsi melebihi 6.000 mg karena bisa memicu penyakit jantung. 

4. Hindari lemak trans

Foto: Thinkstock
Lemak hidrogenasi atau lemak trans yang ada makanan olahan berkontribusi dalam penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes. Salah satu bahan makanan yang patut dihindari adalah margarin karena dibuat dari minyak sayuran yang sudah terhidrogenasi. Selain itu, makanan kemasan seperti biskuit dan sandwich spread.  

5. Hindari memasak hidangan dengan temperatur tinggi

Foto: Thinkstock
Saat memasak dengan dengan suhu diatas 232,2 derajat menimbulkan reaksi bernama glycation atau lipoxidation diantara karbohidrat atau protein dengan lemak dalam makanan. Konsumsi bahan makanan yang dimasak tersebut memicu hipertensi, katarak, penyakit jantung dan kanker. Reaksi ini dibentuk saat makanan digoreng, bukan ditumis atau cara pengolahan hidangan lainnya.
Halaman 2 dari 6
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads