Hati sapi memiliki nutrisi tinggi terutama zat besi. Bagi orang yang terkena anemia sangat baik mengonsumsi hati. Jeroan ini juga rendah kolesterol. Meski begitu, ternyata ada yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan proses memasak hati sapi.
Konsumsi hati sapi perlu waspada karena sering ditemui adanya cacing yang dapat membahayakan kesehatan bila dikonsumsi. Selain itu hati juga lebih rentan terhadap racun dibanding jeroan lain karena hati tempat racun disaring. Saat memilih hati harus dilakukan dengan teliti. Sebaiknya belilah daging sapi di pasar yang terjamin kebersihannya, toko daging atau supermarket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah membeli hati, jeroan ini harus dicuci beberapa kali hingga bersih dan direbus bersama daun salam sebelum diolah. Jangan terlalu lama merebus hati sapi agar tidak keras. Perebusan dilakukan selain untuk mengurangi bahaya dari hati, juga untuk menghilangkan bau anyir. Kemudian hati harus segera diolah.
"Yang paling penting itu adalah cepat diolah. Jangan membiarkan hati dalam kondisi masih mentah karena sensitif sekali dan mudah terjadi perubahan aroma. Jadi lebih baik kalau beli hati dan jeroan lain langsung diolah," sebut chef Stefu Santoso, Executive Chef APREZ Catering & AMUZ Gourmet Restaurant, kepada DetikFood (26/06/2014).
Menurut Chef Stefu bila ingin menyimpan hati sapi di freezer, maka simpan hati yang sudah dimasak. "Lebih baik hati yang sudah dimasak yang dibekukan karena proses masaknya lama. Sebaiknya hati mentah atau rebus jangan disimpan dalam freezer," tambah Ketua Association of Culinary Professional (ACP) Indonesia ini.
Selain sambal goreng hati, hati dapat divariasikan menjadi rendang. Untuk hidangan yang lebih ringan, hati diolah menjadi sup daging dengan kacang merah atau tumisan sayuran.
Ingin membuat sambal goreng hati lebaran kali ini? Yuk coba resep sambal goreng hati dari detikfood.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN