Studi yang dilakukan Ohio State Clinical Research Center menemukan bahwa wanita yang mengalami stres sehari sebelumnya akan makan karbohidrat dan makanan tinggi lemak. Hal ini membuat kerja metabolisme tubuh jadi kurang efektif.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Biological Psychiatry ini dilakukan pada 58 wanita berusia rata-rata 53 tahun. Untuk mengatur asupan makanan sebelum penelitian, para peneliti menyediakan tiga kali makan dan menginstruksikan partisipan berpuasa selama 12 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diwawancarai, partisipan diberi makanan tinggi kalori yang harus dihabiskan dalam waktu 20 menit. Mereka menyantap makanan berisi telur, sosis kalkun, biskuit dan saus kental. Seluruh makanan itu mengandung 930 kalori dan 60 gram lemak. Peneliti mengatakan nutrisi sajian tersebut setara dengan hamburger berisi dua patty dengan kentang goreng di resto cepat saji.
Peneliti kemudian mengukur tingkat metabolisme, gula darah, trigliserida, insulin dan kadar kortisol pada partisipan. Tujuh jam setelah makan tinggi kalori, peneliti menemukan wanita yang mengalami stres sehari sebelumnya membakar 104 kalori lebih sedikit dibandingkan partisipan yang tidak melaporkan adanya stres.
"Ini berarti, dari waktu ke waktu, stres dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Kami tahu dari data lainnya bahwa orang cenderung makan makanan yang salah saat sedang stres. Data kami menunjukkan saat kita konsumsi makanan yang salah maka berat badan naik karena kalori lebih sedikit terbakar," tutur Jan Kiecolt-Glaser, profesor psikiatri dan psikologi Ohio State University sekaligus kepala penelitian, dalam rilisnya di situs EurekAlert (14/07/2014).
Secara keseluruhan, wanita yang sedang stres memiliki kadar insulin tinggi yang membuat tubuh menyimpan lebih banyak lemak. Insulin ini meningkat setelah konsumsi makanan tinggi lemak dan menurun jadi normal kembali setelah 90 menit.
Stres dan depresi meningkatkan trigliserida setelah makan. Trigliserida merupakan bentuk lemak dalam darah dan bila kadarnya tinggi dapat berisiko penyakit kardiovaskular.
Orang yang mengalami stres cenderung merasa lebih lapar dan makan apapun yang ada termasuk junk food. Peneliti menyarankan perlunya membawa camilan dan makanan sehat.
Peneliti tidak melakukan studi pada pria karena pria cenderung memiliki otot lebih banyak dibanding wanita. Otot sendiri dapat mempengaruhi tingkat metabolisme.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN