ADVERTISEMENT

Kopi Robusta dari Sumatra Terbukti Bisa Cegah Plak Gigi

- detikFood
Jumat, 27 Jun 2014 09:51 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Ilmuwan Brazil menemukan kaitan menarik antara kopi dan kesehatan gigi. Jika selama ini kopi dianggap jadi penyebab gigi kusam, riset justru menunjukkan bahwa kopi juga bisa mencegah plak pada gigi.

Peneliti dari Federal University of Rio de Janeiro Brazil mengambil biofilm dari pecahan gigi susu menggunakan bakteri dari sampel air liur. Bakteri ini menimbulkan plak, penyebab utama kerusakan gigi dan penyakit gusi. Ketika pecahan gigi dikenai larutan ekstrak biji kopi, bakterinya rusak.

"Plak gigi adalah biofilm kompleks klasik. Kami selalu mencari senyawa alami, bahkan makanan dan minuman, yang bisa berdampak positif terhadap kesehatan gigi," kata ketua peneliti Andrea Antonio seperti dimuat di jurnal Letters in Applied Microbiology (10/06/2014).

Peneliti menduga efek ini ditimbulkan antioksidan polifenol yang terdapat dalam kopi. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kaitan langsungnya.

Efek menguntungkan ini tak diperoleh dari sembarang kopi. Para peneliti tadi menggunakan Coffea canephora alias kopi robusta. Jenis kopi ini memiliki kandungan kafein dan kekentalan lebih tinggi daripada kopi arabika. Robusta banyak dihasilkan di Sumatra, meski pengekspor terbesarnya adalah Vietnam, diikuti Brazil.

Selain itu, pastikan kopi Anda hitam dan pahit, tanpa campuran krim, susu, maupun gula. Jangan terlalu banyak pula meminumnya. Sebab, efek positifnya bisa malah berbalik jadi negatif.

"Hasil penelitian ini memang menyenangkan, namun kita tetap harus berhati-hati. Ada beberapa masalah terkait konsumsi kopi berlebihan, di antaranya membuat gigi kusam dan efek keasamannya terhadap enamel gigi," Profesor Antonio mengingatkan.

Zat kimia aktif dapat diekstrak dari kopi untuk digunakan dalam mouthwash atau pasta gigi. Ide mirip pernah diajukan oleh Colgate untuk digunakan di sikat gigi.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa efek serupa ditemukan pada daun hop, tanaman yang digunakan dalam pembuatan bir. Ilmuwan Tokyo University of Pharmacy and Life Sciences menemukan bahwa daunnya mengandung polifenol yang dapat mencegah pelepasan racun bakteri dalam mulut.

"Setiap tahun, peneliti memanen sekitar 2.300 ton hop di Amerika Serikat. Namun, daunnya tidak digunakan dalam pembuatan bir dan dibuang. Karena itulah, sepertinya ada banyak daun hop yang bisa digunakan untuk aplikasi gigi," ujar Yoshihisa Tanaka di Journal of Agricultural and Food Chemistry.



(fit/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT