Kalau Ingin Berumur Panjang, Rajinlah Ngemil Kacang-kacangan

Kalau Ingin Berumur Panjang, Rajinlah Ngemil Kacang-kacangan

- detikFood
Selasa, 17 Jun 2014 10:36 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kacang merupakan camilan populer yang disukai banyak orang. Kacang tanah, kacang mete atau almond. Makanan ini asyik dinikmati sebagai camilan saat mengobrol bersama teman dan menonton televisi.

Kacang bisa diolah menjadi camilan, kue, selai, minuman, campuran sayur, dan topping salad. Kacang juga bisa langsung dimakan dengan cara direbus, digoreng, dipanggang, dan disangrai. Kecuali kaya protein, kacang juga dipercayai sebagai makanan yang membuat umur panjang.

Seperti dilansir CNN, studi terbesar saat ini melihat adanya hubungan antara kacang dan harapan hidup seseorang. Kacang kaya akan lemak tak jenuh, protein, vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang dianggap terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung. Kacang juga bisa menjaga tekanan darah dan berat badan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School menemukan hubungan konsumsi kacang dan usia harapan hidup. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal New England Journal of Medicine ini diperoleh dari 118.962 peserta yang berpartisipasi dalam studi selama 30 tahun, dimulai dari tahun 1980-an.

Di antaranya 76.464 wanita yang berpartisipasi dalam Nurse Health Study dan 42.498 laki-laki yang terlibat dalam Health Professionals Follow-up Study. Mereka menjawab pertanyaan tentang konsumsi kacang yang mereka makan, termasuk berapa banyak kacang almond, mete, hazelnut, macadamia, pecan, pinus, pistachio, dan walnut yang biasanya mereka makan.

Para peneliti mengelompokkan peserta ke dalam enam kategori, yakni dari peserta yang tidak pernah makan kacang sampai peserta yang makan kacang tujuh kali atau lebih dalam seminggu.

Hasilnya, mereka yang dilaporkan secara teratur mengonsumsi kacang akan lebih sedikit kemungkinan meninggal akibat berbagai penyakit, yang paling signifikan penyakit kanker, jantung, dan pernapasan. Semakin sering orang makan kacang, semakin rendah orang itu mengalami risiko kematian dini.

Secara keseluruhan, orang yang makan kacang setiap hari cenderung mengalami tingkat kematian 20% lebih rendah dibandingkan orang yang tidak makan kacang. Mereka yang rajin makan kacang cenderung mempunyai badan yang ramping, lebih aktif secara fisik, dan tidak merokok.

Penelitian ini sebagian didanai oleh International Tree Nut Council Nutrition Research & Education Foundation. Sebuah organisasi nirlaba yang mewakili sembilan industri pohon kacang. Maurenn Ternus, direktur eksekutifnya mengatakan organisasi ini tidak memainkan peran dalam penelitian, juga hasilnya.

Berapa banyak kacang yang dibutuhkan untuk memperpanjang umur seseorang? Itu masih tidak jelas. Para ilmuwan mengatakan bahwa temuan tersebut tidak terlalu menyiratkan hubungan sebab dan akibat antara kacang dan kematian. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Kacang-kacangan merupakan bagian dari diet yang seimbang. Hal ini dijelaskan dalam Dietary Guidelines for Americans. Kelompok pemerintahan ini menyarankan orang dewasa wajib mengonsumsi sekitar 180 gram protein per hari, termasuk konsumsi kacang-kacangan. Sebaiknya juga konsumsi kacang yang rasanya tawar agar kalori tidak bertambah besar.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads