Anak Kurang Gizi Mudah Alami Kerusakan Bakteri Baik dalam Usus

Anak Kurang Gizi Mudah Alami Kerusakan Bakteri Baik dalam Usus

- detikFood
Rabu, 11 Jun 2014 11:49 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bakteri baik dalam usus pegang peranan penting dalam mengekstraksi nutrisi dalam makanan. Sayangnya bakteri tersebut akan rusak permanen saat tubuh kurang nutrisi. Kerusakan tersebut tidak bisa diperbaiki dengan konsumsi suplemen.

World Health Organization memperkirakan malnutrisi parah dialami sekitar 20 juta anak di seluruh dunia. Sementara malnutrisi akut tingkat sedang lebih banyak ditemui di Asia selatan dengan angka sekitar 30 juta. Di Bangladesh sendiri, lebih dari 40 persen anak kurang dari lima tahun pertumbuhannya terhambat.

Studi ini merupakan kerjasama antara tim dari Washington University School of Medicine, St Louis dan International Centre for Diarrhoeal Disease Research di Dhaka, Bangladesh. Tim peneliti mengambil 64 anak yang mengalami malnutrisi berumur enam hingga 20 bulan.

Anak- anak tersebut diberikan Plumpy'Nut, makanan berbahan kacang yang diberikan sebagai pengobatan malnutrisi di seluruh dunia. Atau Khichuri-Halwa, makanan dengan kandungan nasi dan lentils dari Bangladesh. Kedua makanan tersebut mengandung bubuk susu dan zat gizi mikro seperti zat besi.

Tim peneliti mengambil sampel kotoran sebelum anak diberikan makan dan setiap tiga hari setelah diberi makan, pemberian makan diberhentikan saat anak- anak sudah mencapai berat badan tertentu. Sample dikumpulkan setiap bulan selama empat bulan.

Dalam 50 anak sehat dengan rentang umur sama, bakteri baik dalam usus berkembang secara normal. Keadaan ini bertolak belakang dengan anak malnutrisi. Walau semua anak mengalami kenaikan berat badan, perbaikan bakteri baik dalam usus hanya bersifat sementara, saat konsumsi suplemen makanan dihentikan bakteri kembali dalam tahap 'tidak dewasa'.

“Walau intervensi makanan dengan tambahan kandungan nutrisi bisa menurunkan angka kematian karena malnutrisi, banyak anak tidak pernah benar- benar sembuh. Selain itu, tingkat malnutrisi pada anak berkaitan erat dengan tingkat kedewasaan komunitas mikroba dalam perut dan mikroba yang tidak dewasa tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan standart,” tutur Dr Sathish Subramanian dari Washington University kepada BBC (11/06/2014).

Dalam jurnal Nature tim peneliti menyatakan beberapa eksperimen dan penelitian lebih lanjut diperlukan. Saran peneliti, anak malnutrisi akan mengalami pertumbuhan lebih baik jika suplemen nutrisi diberikan dalam jangka waktu panjang atau diberikan tambahan mikroba perut.


(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads