Otot Jadi Lebih Padat dengan Makan Daging dan Telur Saat Sarapan dan Makan Siang

- detikFood Kamis, 05 Jun 2014 11:46 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan kaya protein bisa mengerem camilan tinggi kalori dan membantu pembentukan sel-sel tubuh. Selain itu sebuah penelitian menemukan konsumsi protein pada tiga waktu makan bisa menambah massa otot tubuh.

Dalam studinya tim peneliti dari University of Texas menjabarkan pola makan masyarakat Amerika. Pertama, sarapan kaya karbohidrat, sandwich, dan salad untuk makan siang, dan makanan kaya protein seperti daging dalam jumlah besar saat makan malam.

Untuk menemukan pola makan yang benar, tim peneliti merekrut kelompok partisipan pertama untuk mengonsumsi 30 gram protein setiap waktu makan. Sisanya mengonsumsi 10 gram protein sarapan, 15 gram makan siang, dan 65 gram saat makan malam. Sumber utama protein yang disediakan adalah daging tanpa lemak.

Tim peneliti menemukan tingkat protein otot sintesis dalam orang dewasa yang membagi asupan protein dalam tiga waktu makan secara pas, mengalami 25 persen massa otot lebih tinggi. Dibanding partisipan yang menyantap makanan berprotein hanya saat makan malam.

Dalam Journal of Nutrition tim peneliti menekankan studi ini tidak mendorong lebih banyak asupan protein. Tapi, lebih ke distribusi asupan protein merata dan tidak hanya berpaku pada satu waktu makan.

“Untuk sarapan pertimbangkan mengganti beberapa sumber kabohidrat terutama yang mengandung gula putih dengan bahan makanan kaya protein kualitas tinggi. Konsumsi telur, segelas susu, yoghurt, dan kacang dengan total hingga 30 g protein. Lakukan hal sama untuk makan malam dan kurangi asupan protein saat makan malam,” tutur Doug Paddon-Jones selaku kepala peneliti.

Penelitian ini bisa menjadi kunci penting untuk meningkatkan kesehatan saat usia semakin bertambah dan perawatan kekuatan otot. Karena semakin tua seseorang, massa ototnya akan berkurang.

Studi ini dibuat berdasarkan studi sebelumnya yang meneliti konsumsi sarapan kaya protein. Penelitian dari University of Missouri-Columbia juga menemukan wanita yang mengonsumsi telur atau menambahkan yoghurt di sarapam mereka memiliki kadar glukosan dan insulin stabil sepanjang hari.



(fit/odi)