National Institute for Health and Care Excellence (NICE) Inggris menyalahkan lingkungan obesogenic sebagai penyebab seseorang mengalami obesitas. Lingkungan ini mendorong orang untuk mengonsumsi makanan tidak sehat dan tidak melakukan olahraga yang cukup.
Lingkungan obesogenic adalah sebuah keadaan pola hidup sedenter dan banyaknya makanan berkalori tinggi. Pola hidup sedenter adalah pola hidup yang minim aktivitas, tidak berolahraga, dan konsumsi makanan berkalori tinggi. Apalagi kini sangat mudah untuk mencari dan menemukan makanan kapanpun karena outlet-outlet makanan sudah ada di mana-mana.
Prof. Mike Kelly, direktur pusat kesehatan masyarakat NICE mengatakan lingkungan obesogenic biasanya merupakan suatu tempat yang berada di daerah perkotaan. Banyak mobil dan jenis kendaraan lain yang berlalu-lalang di lingkungan ini.
Seperti dilansir BBC (28/05/2014), banyak kota di Amerika Serikat yang termasuk dalam kategori lingkungan obesogenic, salah satunya kota Atlanta, ibu kota negara bagian Georgia.
Pada lingkungan obesogenic biasanya terdapat banyak bangunan yang membuat orang lebih sedikit bergerak. Seperti bangunan dengan lift dan eskalator yang terlihat mencolok, bangunan dengan pintu otomatis, dan adanya tangga tersembunyi di sisi jalan (tangga menuju MRT/subway).
Bangunan ini dibuat untuk mempermudah manusia agar lebih cepat bergerak. Sayangnya hal inilah justru membuat manusia gemuk karena malas bergerak dan banyak menyimpan energi.
Kriteria lain dari lingkungan ini adalah terdapat banyak makanan. Kriteria ini menjadi kunci utama dari lingkungan obesogenic. Jalan raya dan tempat-tempat umum seperti mal, stasiun, terminal, dan bioskop selalu dikelilingi toko-toko dan pedagang makanan yang menjual ayam goreng, burger, kentang goreng, pizza, roti, permen, dan minuman manis.
Makanan dan minuman tersebut tentunya mengandung kalori tinggi dan bisa menyebabkan obesitas. Rasa asin, gurih, manis pada makanan membuat orang ketagihan dan terus-menerus ingin mengonsumsinya.
Kelly mengatakan skala godaan untuk mengonsumsi jauh lebih besar saat ini. Sebuah penelitian menunjukkan jumlah takeaway pada lingkungan obesogenic bertambah banyak. Hal ini berdampak pada semakin banyaknya orang-orang yang mengalami obesitas.
Dewan kota Birmingham telah membatasi jumlah outlet takeaway sebanyak tidak lebih dari 10% per unit di setiap area perbelanjaan.
Paul Gately, profesor olahraga dan obesitas di Leeds Metropolitan University mengatakan lingkungan obesogenic merupakan tanggung jawab pemerintah setempat. Tidak hanya menyalahkan individu yang menjadi gemuk, tapi mereka juga harus membuat kebijakan untuk menanggulangi permasalahan ini.
Kelly memprediksi lingkungan obesogenic tidak lama lagi semakin banyak ditemukan di negara-negara maju. Karena masyarakatnya yang menginginkan segala hal serba cepat, praktis, dan mudah.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN