Rasa Nyaman Setelah Makan Es Krim dan Gorengan Ternyata Hanya Mitos

Rasa Nyaman Setelah Makan Es Krim dan Gorengan Ternyata Hanya Mitos

- detikFood
Rabu, 28 Mei 2014 12:10 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Cupcake, gorengan, atau semangkuk sup dikategorikan sebagai comfort food karena menyantap makanan tersebut memberi rasa nyaman. Tapi, sebuah penelitian terbaru menyebutkan perasaan akan leih baik seiring berjalan waktu, bukan karena makanan.

Dalam studi, partisipan diminta memilih makanan yang mereka nilai bisa membuat perasaan lebih baik jika suasana hati sedang buruk. Seperti cokelat, biskuit, atau es krim. Mereka juga diminta memilih makanan yang disukai tapi tidak bisa merubah mood menjadi baik.

Partisipan lalu menonton video berdurasi 20 menit yang menekankan pada perasaan sedih, marah, dan takut. Setelah menonton suasana hati para partisipan dinilai, lalu mereka diberi comfort food, granola bar, makanan yang disukai, atau tidak ada makanan. Semua partisipan menerima comfort food saat kunjungan pertama, tapi menerima makanan berbeda di eksperimen selanjutnya.

Seperti yang diharapkan, suasana hati partisipan buruk setelah menonton video. Tiga menit setelahnya, suasana hati mereka membaik, terlepas dari konsumsi comfort food, makanan yang disukai, atau tidak mengonsumsi makanan sama sekali.

Hasil studi ini dipresentasikan dalam pertemuan Association for Psychological Science. “Entah mengonsumsi comfort food, granola bar, atau tidak makan sama sekali, Anda akan merasa lebih baik nantinya. Pada dasarnya comfort food tidak bisa mempercepat proses penyembuhan,” tutur Heather Scherschel Wagner dari University of Minnesota.

Kepercayaan akan makanan yang membantu memperbaiki suasana hati bisa dimaklumi karena manusia cenderung mencari penjelasan. Penemuan terbaru ini mengusulkan makanan tinggi kalori dan lemak tidak akan membantu merubah suasana hati saat sedang sedih atau stres.

“Masyarakat mengembangkan kebiasaan makan tidak sehat karena mereka langsung mengambil makanan enak saat merasa sedih. Jika masyarakat menemukan mereka bisa merasa lebih baik tanpa makan comfort food, mungkin bisa menghentikan pola makan tidak sehat,” tambah Heather.

Bagaimanapun, studi ini dilakukan di laboratorium sehingga penemuan ini mungkin tidak sama dengan mereka yang mengalami stres di dunia nyata dan dalam jangka panjang. Tim peneliti berencana melakukan studi lain untuk melihat apakah comfort food bisa membantu orang dengan stres secara sosial.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads