Sebuah studi baru dari Boston College mengungkapkan bagaimana toko roti, restoran dan supermarket menggunakan kekuatan dari makanan berbentuk lucu untuk membuat konsumen makan lebih banyak kalori. Studi membahas sejauh mana konsumen terlibat dalam konsumsi yang lebih menyenangkan ketika mereka diperlihatkan produk lucu.
Penelitian yang akan diterbitkan Journal of Consumer Research melihat bagaimana obyek lucu menjadi bagian dari sistem apresiasi kita terhadap diri sendiri. Ini memberikan gambaran keceriaan yang memberi kesenangan berlebih.
"Fokusnya adalah memberi apresiasi untuk diri sendiri. Itulah yang membuat Anda memilih makanan yang memanjakan seperti makan es krim lebih banyak," sebut Gergana Nenkov, peneliti sekaligus marketing scholar di Boston College, kepada Fast Company (12/05/2014).
Dalam studi ini, peneliti melakukan uji es krim pada 33 partisipan. Beberapa dari mereka diberikan sendok es krim reguler dan lainnya diberi sendok es krim berbentuk lucu. Hasilnya, partisipan yang memakai sendok es krim lucu bentuk boneka lebih banyak makan es krim dibanding partisipan yang memakai sendok biasa.
Dalam tes lain, partisipan yang melihat kue berbentuk singa lucu menunjukkan kurangnya keinginan makan makanan sehat dibanding partisipan yang melihat kue dengan bentuk biasa. Itulah mengapa banyak toko cupcake menjual topping lucu atau membuat iklan lucu yang mendorong orang makan lebih dari biasanya.
Namun studi ini juga memperlihatkan ketika partisipan diberitahu bahwakue singa lucu berasal dari toko kue anak-anak, kesenangan mereka hilang dan mereka lebih tertarik dengan makanan sehat. Sebab hal tersebut mengingatkan jika mereka adalah orang dewasa dengan tanggung jawab, sehingga efeknya pun hilang.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN