Jaga Kesehatan Jantung dengan Kurangi Konsumsi Garam dan Kafein

Jaga Kesehatan Jantung dengan Kurangi Konsumsi Garam dan Kafein

- detikFood
Selasa, 13 Mei 2014 13:59 WIB
Jaga Kesehatan Jantung dengan Kurangi Konsumsi Garam dan Kafein
Foto: Thinkstock
Jakarta - Atrial fibrillation (afib), salah salah satu tipe penyakit jantung berupa kelainan detak jantung mulai banyak diderita orang. Munculnya gejala penyakit ini bisa dicegah dengan mengonsumsi cukup protein serta menghindari faktor stimulan penyakit jantung.

Seperti yang direkomendasikan oleh CNN Health (13/04/2014) beberapa hal ini bisa dilakukan untuk menjaga jantung tetap sehat.


Foto: Thinkstock

1. Ikuti diet untuk jantung sehat

Foto: Thinkstock
Penyakit jantung koroner membentuk formasi plak dalam arteri jantung sehingga manjdi pemicu utama kelainan detak jantung. Konsumsilah banyak buah, sayuran, whole grain, dan mengurangi lemak jenuh.  

1. Ikuti diet untuk jantung sehat

Foto: Thinkstock
Penyakit jantung koroner membentuk formasi plak dalam arteri jantung sehingga manjdi pemicu utama kelainan detak jantung. Konsumsilah banyak buah, sayuran, whole grain, dan mengurangi lemak jenuh.  

2. Jangan masukkan garam dalam diet

Foto: Thinkstock
Untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi, kurangi konsumsi garam. Diet The Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) menyarankan dalam sehari konsumsi garam tak lebih dari 1.500 mg. Ganti dengan herba dan rempah sebagai pengganti garam untuk rasa hidangan lebih sedap.  

2. Jangan masukkan garam dalam diet

Foto: Thinkstock
Untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi, kurangi konsumsi garam. Diet The Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) menyarankan dalam sehari konsumsi garam tak lebih dari 1.500 mg. Ganti dengan herba dan rempah sebagai pengganti garam untuk rasa hidangan lebih sedap.  

3. Lebih banyak makan ikan dibanding daging

Foto: Thinkstock
Ikan kaya akan kandungan asam lemak omega 3, yang menyehatkan jantung dan cegah kelainan detak jantung. Beberapa studi menyatakan konsumsi 85 gram hingga 170 gram ikan seperti salmon, sarden, dan makarel satu kali seminggu bisa mencegah risiko kematian karena penyakit jantung hingga 36 persen.  

3. Lebih banyak makan ikan dibanding daging

Foto: Thinkstock
Ikan kaya akan kandungan asam lemak omega 3, yang menyehatkan jantung dan cegah kelainan detak jantung. Beberapa studi menyatakan konsumsi 85 gram hingga 170 gram ikan seperti salmon, sarden, dan makarel satu kali seminggu bisa mencegah risiko kematian karena penyakit jantung hingga 36 persen.  

4. Asupan vitamin K

Foto: Thinkstock
Jika mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin yang digunakan untuk mencegah stroke pada pengidap atrial fibrillation, pastikan tidak menambah atau mengurangi asupan vitamin K secara drastis. Menambah asupan vitamin K bisa mengurangi kerja obat, sementara mengurangi bisa meningkatkan kerja obat.  

4. Asupan vitamin K

Foto: Thinkstock
Jika mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin yang digunakan untuk mencegah stroke pada pengidap atrial fibrillation, pastikan tidak menambah atau mengurangi asupan vitamin K secara drastis. Menambah asupan vitamin K bisa mengurangi kerja obat, sementara mengurangi bisa meningkatkan kerja obat.  

5. Jangan konsumsi banyak alkohol

Foto: Thinkstock
Walaupun konsumsi alokohol dalam jumlah cukup bisa bermanfaat. Sebaliknya konsumsi berlebihan bisa memicu atrial fibrillation. Studi menunjukkan untuk pria yang mengonsumsi 35 gelas minuman alkohol per minggu berisiko mengidap kelainan detak jantung. Menurut studi  Women's Health Study, wanita yang mengonsumsi dua minuman alkohol per hari meningkatkan risiko atrial fibrillation hingga 60 persen.  

5. Jangan konsumsi banyak alkohol

Foto: Thinkstock
Walaupun konsumsi alokohol dalam jumlah cukup bisa bermanfaat. Sebaliknya konsumsi berlebihan bisa memicu atrial fibrillation. Studi menunjukkan untuk pria yang mengonsumsi 35 gelas minuman alkohol per minggu berisiko mengidap kelainan detak jantung. Menurut studi  Women's Health Study, wanita yang mengonsumsi dua minuman alkohol per hari meningkatkan risiko atrial fibrillation hingga 60 persen.  

6. Hindari kafein

Foto: Thinkstock
Hindari konsumsi kafein dalam teh, minuman energi, kopi jika sensitif. Kafein adalah stimulan dan bisa mempercepat detak jantung sehingga berisiko besar memicu atrial fibrillation dalam dosis tinggi. Terbukti dalam sebuah studi minuman energi menyebabkan atrial fibrillation pada remaja laki- laki. 

6. Hindari kafein

Foto: Thinkstock
Hindari konsumsi kafein dalam teh, minuman energi, kopi jika sensitif. Kafein adalah stimulan dan bisa mempercepat detak jantung sehingga berisiko besar memicu atrial fibrillation dalam dosis tinggi. Terbukti dalam sebuah studi minuman energi menyebabkan atrial fibrillation pada remaja laki- laki. 
Halaman 2 dari 14
(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads