Sebuah studi dari University Of Lowa Scientist, kini telah menemukan tomatidine yang merupakan suatu senyawa alami yang dihasilkan dari tomat hijau. Zat ini lebih kuat untuk membangun otot dan melindungi otot dari atrofi otot.
“Atrofi otot menyebabkan banyak masalah bagi kebanyakan orang, terutama bagi keluarga mereka. Latihan pasti dapat membantu akan tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan untuk orang yang sedang sakit,” tutur Christopher Adams, MD, Ph.D, UI dari Associate Professor of Internal Medicine and Molecular Physiology dan Biophysics.
Menurut Times of India (02/05/2014), Atrofi otot disebabkan oleh penuaan dan cidera termasuk kanker, gagal jantung dan cedera ortopedi. Hal tersebut membuat orang-orang mudah merasa lemah dan lelah, mengganggu aktivitas fisik serta meningkatkan resiko seseorang untuk patah tulang.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan 'Journal Of Biological Chemistry' yang dikutip dalam 'Bio Space', Adams dan timnya memusatkan perhatian pada tomatidine dengan menggunakan alat sistem biologi yang disebut dengan Konektivitas Map. Adams menemukan bahwa tomatidine menghasilkan perubahan yang terjadi pada sel-sel otot ketika seseorang mengalami atrofi otot.
Setelah mengidentifikasi tomatidine, Adams dan timnya menguji dampaknya pada otot rangka. Mereka pertama kali menemukan bahwa tomatidine dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otot manusia. Langkah berikutnya, menambahkan tomatidine untuk menumbuhkan otot yang lebih besar, menjadi kuat dan bisa latihan lagi.
Yang paling penting, mereka menemukan bawa tomatidine dapat mencegah dan mengobati atrofi otot. “Menariknya meskipun tikus yang diberi tomatidine memiliki otot yang lebih besar, berat badan mereka secara keseluruhan tidak berubah. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa tersebut juga mungkin memiliki potensi untuk mengobati obesitas.” tambah Adams.
“Tomat hijau aman dikonsumsi secara wajar. Tetapi kita masih belum tahu berapa banyak tomat hijau yang diperlukan seseorang untuk mendapatkan dosis tomatidine untuk menghasilkan manfaat yang mirip dengan apa yang diberikan pada tikus. Kami bekerja keras untuk menjawab hal ini,” jelas Adams.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN