Penelitian ini adalah hasil kolaborasi Kevin Maki dari Biofortis Clinical Research dan Heather Leidy dari University of Missouri. Hasil studi yang diunggah dalam website resmi University of Missouri ini merupakan lanjutan dari laporan Heather berjudul ‘Increased dietary protein as a dietary strategy to prevent and/or treat obesity’.
Studi ini meneliti wanita umur 18-55 tahun yang mengonsumsi empat tipe sarapan dengan tingkat protein berbeda selama empat hari. Mereka mengonsumsi pancake (30 gram), sosis dan telur (30 gram), sausage and egg skillet (39 gram), dan air putih. Makanan yang diuji mengandung kurang dari 300 kalori serta kandungan lemak dan serat sama.
Mneurut Courier-Journal (01/05/2014), tim peneliti memonitor jumlah glukosa dan insulin dalam darah partisipan empat jam setelah sarapan. Seperti yang diperkirakan, makanan kaya protein menghasilkan lonjakan gula darah yang rendah. Hasil lonjakan darah terendah terlihat setelah konsumsi 39 gram protein.
“Jika Anda mengonsumsi makanan sehat yang membantu mengontrol kadar glukosa, hal tersebut bisa melindungi Anda dari diabetes di masa depan,” tutur Kevin Maki dalam MuNews (02/05/2014). Hasil studi ini ditulis dalam artikel ‘Consuming High-Protein Breakfasts Helps Women Maintain Glucose Control, MU Study Finds.’
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN