Peralatan Masak dan Kemasan Makanan Juga Bisa Jadi Sumber Paparan Zat Berbahaya

Peralatan Masak dan Kemasan Makanan Juga Bisa Jadi Sumber Paparan Zat Berbahaya

- detikFood
Rabu, 30 Apr 2014 14:46 WIB
Peralatan Masak dan Kemasan Makanan Juga Bisa Jadi Sumber Paparan Zat Berbahaya
Foto: Thinkstock
Jakarta - Zat berbahaya bukan hanya berasal dari bahan makanan olahan, tetapi juga bisa dari kemasan dan alat-alat dapur. Meskipun kecil paparannya jika terus menerus akan berakibat buruk bagi kesehatan. Hindari dengan cara praktis ini.

Pestisida, merkuri, dan bisphenol A seringkali bersembunyi dalam makanan dan peralatan dapur. Agar tutup tetap sehat dan terjaga, berikut ini beberapa trik yang bisa dilakukan saat berbelanja hingga memasak.


Foto: Thinkstock

1. Gunakan penyaring air

Foto: Thinkstock
Pertimbangkan untuk memasang penyaring air yang terlah disertifikasi oleh Water Quality Association (wqa.org) atau NSF International (nsf.org). Air tanah bisa saja mengandung pestisida dari pertanian sehingga air bisa tercemar.

1. Gunakan penyaring air

Foto: Thinkstock
Pertimbangkan untuk memasang penyaring air yang terlah disertifikasi oleh Water Quality Association (wqa.org) atau NSF International (nsf.org). Air tanah bisa saja mengandung pestisida dari pertanian sehingga air bisa tercemar.

2. Pilih gelas kaca

Foto: Thinkstock
BPA (bisphenol A) adalah senyawa kimia yang secara tradisional digunakan untuk membuat plastik keras dan bening. Senyawa tersebut juga ada di kemasan makanan, botol minuman, lapisan dalam makanan kaleng, beberapa botol minum bayi. Zat kimia ini akan masuk dalam makanan saat kemasan lecet atau dipanaskan. Jika ingin memanaskan makanan gunakan piring kaca tahan panas.

2. Pilih gelas kaca

Foto: Thinkstock
BPA (bisphenol A) adalah senyawa kimia yang secara tradisional digunakan untuk membuat plastik keras dan bening. Senyawa tersebut juga ada di kemasan makanan, botol minuman, lapisan dalam makanan kaleng, beberapa botol minum bayi. Zat kimia ini akan masuk dalam makanan saat kemasan lecet atau dipanaskan. Jika ingin memanaskan makanan gunakan piring kaca tahan panas.

3. Konsumsi makanan segar dan hindari kemasan plastik

Foto: Thinkstock
Usahakan selalu konsumsi sayuran buah segar atau beku. Jika ingin membeli bahan makanan seperti tuna, kacang, dan tomat kaleng cari kemasan dengan label bebas BPA. Lebih baik buat sendiri kaldu di rumah dan bekukan terlebih dahulu legume kaleng untuk menurunkan risiko terpapar BPA.

3. Konsumsi makanan segar dan hindari kemasan plastik

Foto: Thinkstock
Usahakan selalu konsumsi sayuran buah segar atau beku. Jika ingin membeli bahan makanan seperti tuna, kacang, dan tomat kaleng cari kemasan dengan label bebas BPA. Lebih baik buat sendiri kaldu di rumah dan bekukan terlebih dahulu legume kaleng untuk menurunkan risiko terpapar BPA.

4. Pemakaian peralatan masak anti lengket

Foto: Thinkstock
Sebuah penelitian menyatakan 98 persen masyarakat Amerika Serikat di dalam tubuhnya terdapat jejak PFC (perfluorocarbons), senyawa kimia yang digunakan untuk menghapus noda. PFC biasanya ditemukan di wajan anti lengket, tapi pemaparan bisa diredam dengan memasak dalam suhu sedang atau rendah. Selain itu, gunakan sendok kayu dibanding alat masak antu lengket untuk mencegah lecet yang malah menngeluarkan PFC.

4. Pemakaian peralatan masak anti lengket

Foto: Thinkstock
Sebuah penelitian menyatakan 98 persen masyarakat Amerika Serikat di dalam tubuhnya terdapat jejak PFC (perfluorocarbons), senyawa kimia yang digunakan untuk menghapus noda. PFC biasanya ditemukan di wajan anti lengket, tapi pemaparan bisa diredam dengan memasak dalam suhu sedang atau rendah. Selain itu, gunakan sendok kayu dibanding alat masak antu lengket untuk mencegah lecet yang malah menngeluarkan PFC.

5. Memilih seafood

Foto: Thinkstock
Seafood memang kaya akan asam lemak baik, tapi kandungan merkuri di dalamnya tidak boleh diabaikan. Dalam kadar tinggi, mekuri bisa merusak jantung, paru- paru, ginjal, dan otak. Sebaiknya pilih seafood seperti salmon, udang dan kepiting serta hindari daging swordfish dan king mackarel.

5. Memilih seafood

Foto: Thinkstock
Seafood memang kaya akan asam lemak baik, tapi kandungan merkuri di dalamnya tidak boleh diabaikan. Dalam kadar tinggi, mekuri bisa merusak jantung, paru- paru, ginjal, dan otak. Sebaiknya pilih seafood seperti salmon, udang dan kepiting serta hindari daging swordfish dan king mackarel.

6. Pilih produk susu rendah lemak dan daging sapi organik

Foto: Thinkstock
Dioksin adalah polutan lingkungan yang masuk ke dalam persediaan makanan dalam kadar rendah. Kandungan zat tersebut berakumulasi dalam lemak yang ada di daging, ikan, produk susu, dan kerang. Lebih baik kurangi konsumsi daging dan unggas serta ganti dengan produk susu rendah lemak.

6. Pilih produk susu rendah lemak dan daging sapi organik

Foto: Thinkstock
Dioksin adalah polutan lingkungan yang masuk ke dalam persediaan makanan dalam kadar rendah. Kandungan zat tersebut berakumulasi dalam lemak yang ada di daging, ikan, produk susu, dan kerang. Lebih baik kurangi konsumsi daging dan unggas serta ganti dengan produk susu rendah lemak.
Halaman 2 dari 14
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads