Berbahayakah Mengonsumsi Makanan Bekas Gigitan Tikus?

Berbahayakah Mengonsumsi Makanan Bekas Gigitan Tikus?

- detikFood
Senin, 28 Apr 2014 15:25 WIB
Berbahayakah Mengonsumsi Makanan Bekas Gigitan Tikus?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Keberadaan tikus di rumah atau restoran sudah tentu sangat mengganggu. Belum lagi jika tikus mengigit makanan yang ada di lemariatau di dapur. Benarkah bekas gigitan tikus pada makanan sangat membahayakan?

Inilah beberapa efek penyakit akibat konsumsi makanan bekas terkena bagian tubuh tikus.


Foto: Thinkstock

2. Leptospirosis

Foto: Thinkstock
Penyakit leptospirosis dapat terjadi bila seseorang mengonsumsi makanan atau minuman terkena urin tikus. Sembilan dari sepuluh orang yang mengonsumsi makanan bekas urin tikus akan mendapatkan gejala seperti flu yaitu sakit kepala, demam dan diare. Namun satu dari sepuluh orang terjangkit leptospirosis bisa mengalami kematian.

2. Leptospirosis

Foto: Thinkstock
Penyakit leptospirosis dapat terjadi bila seseorang mengonsumsi makanan atau minuman terkena urin tikus. Sembilan dari sepuluh orang yang mengonsumsi makanan bekas urin tikus akan mendapatkan gejala seperti flu yaitu sakit kepala, demam dan diare. Namun satu dari sepuluh orang terjangkit leptospirosis bisa mengalami kematian.

2. Leptospirosis

Foto: Thinkstock
Penyakit leptospirosis dapat terjadi bila seseorang mengonsumsi makanan atau minuman terkena urin tikus. Sembilan dari sepuluh orang yang mengonsumsi makanan bekas urin tikus akan mendapatkan gejala seperti flu yaitu sakit kepala, demam dan diare. Namun satu dari sepuluh orang terjangkit leptospirosis bisa mengalami kematian.

2. Leptospirosis

Foto: Thinkstock
Penyakit leptospirosis dapat terjadi bila seseorang mengonsumsi makanan atau minuman terkena urin tikus. Sembilan dari sepuluh orang yang mengonsumsi makanan bekas urin tikus akan mendapatkan gejala seperti flu yaitu sakit kepala, demam dan diare. Namun satu dari sepuluh orang terjangkit leptospirosis bisa mengalami kematian.

3. Listeriosis

Foto: Thinkstock
Infeksi bakteri berupa listeriosis disebabkan dari kotoran tikus. Dalam kasus terburuk, penyakit ini bisa menyebabkan infeksi darah atau meningitis. Menurut penelitian di kota Tokyo, tujuh persen dari tikus hitam yang berkeliaran di bangunan perkotaan adalah pembawa penyakit listeriosis.

3. Listeriosis

Foto: Thinkstock
Infeksi bakteri berupa listeriosis disebabkan dari kotoran tikus. Dalam kasus terburuk, penyakit ini bisa menyebabkan infeksi darah atau meningitis. Menurut penelitian di kota Tokyo, tujuh persen dari tikus hitam yang berkeliaran di bangunan perkotaan adalah pembawa penyakit listeriosis.

4. Rat-Bite Fever

Foto: Thinkstock
Meski namanya rat-bite fever, namun seseorang tidak perlu terkena gigitan tikus untuk terjangkit penyakit ini. Rat-bite fever memiliki bentuk lain bernama Haverhill fever yang ditemukan setelah terjadi penyakit bawaan makanan di Massachussets, Amerika akibat tikus mengotori susu. Rat-bite fever memang jarang terjadi akan tetapi peneliti menyebut penyakit ini berakibat fatal pada kelompok berisiko, bahkan mencapai 53 persen. Seperti kejadian di San Diego musim panas lalu seorang anak meninggal setelah digigit tikus peliharaannya.

4. Rat-Bite Fever

Foto: Thinkstock
Meski namanya rat-bite fever, namun seseorang tidak perlu terkena gigitan tikus untuk terjangkit penyakit ini. Rat-bite fever memiliki bentuk lain bernama Haverhill fever yang ditemukan setelah terjadi penyakit bawaan makanan di Massachussets, Amerika akibat tikus mengotori susu. Rat-bite fever memang jarang terjadi akan tetapi peneliti menyebut penyakit ini berakibat fatal pada kelompok berisiko, bahkan mencapai 53 persen. Seperti kejadian di San Diego musim panas lalu seorang anak meninggal setelah digigit tikus peliharaannya.

5.Hantavirus

Foto: Thinkstock
Hantavirus adalah penyakit disebabkan sekumpulan virus yang dibawa oleh tikus. Pendarahaan adalah gejala khas dari penyakit ini. Penyakit dapat menular lewat kontak makanan serta udara. Meski dokter mengatakan hantavirus tidak menular antarmanusia namun menurut penelitian hal tersebut dapat terjadi. Seperti misalnya terdapat tikus sakit di restoran yang menginfeksi karyawan di sana, kemudian infeksi ini bisa ikut menular pula pada pengunjung restoran. Untuk itu penting adanya wadah bebas tikus di dapur restoran, jika tidak makanan bisa berisiko terkena hantavirus.

5.Hantavirus

Foto: Thinkstock
Hantavirus adalah penyakit disebabkan sekumpulan virus yang dibawa oleh tikus. Pendarahaan adalah gejala khas dari penyakit ini. Penyakit dapat menular lewat kontak makanan serta udara. Meski dokter mengatakan hantavirus tidak menular antarmanusia namun menurut penelitian hal tersebut dapat terjadi. Seperti misalnya terdapat tikus sakit di restoran yang menginfeksi karyawan di sana, kemudian infeksi ini bisa ikut menular pula pada pengunjung restoran. Untuk itu penting adanya wadah bebas tikus di dapur restoran, jika tidak makanan bisa berisiko terkena hantavirus.
Halaman 2 dari 12
(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads