Tumor jinak payudara adalah sekumpulan gumpalan tak berbahaya yang bisa berkembang saat remaja atau dewasa muda. Meski demikian, wanita yang memiliki tumor jinak payudara berisiko kanker payudara 1,5-2 kali lipat dibanding wanita tanpa tumor jinak payudara.
Caroline E. Boeke dari Brigham and Women's Hospital Amerika Serikat beserta timnya ingin mencari hubungan antara mengonsumsi sayuran berwarna saat remaja (ketika jaringan payudara masih berkembang) dengan risiko tumor jinak payudara sepuluh tahun kemudian.
Seperti ditulis di jurnal Pediatrics, sejak usia 12 tahun, 6.500 gadis setahun sekali mengisi angket tentang pola makan selama tiga tahun. Sekitar 9-14 tahun kemudian, gadis-gadis yang telah menjadi wanita dewasa ini kemudian mengisi kuesioner apakah mereka terdiagnosis menderita tumor jinak payudara.
Peneliti lalu membagi mereka ke dalam empat kelompok berdasarkan seberapa banyak makanan kaya karotenoid yang mereka konsumsi saat remaja.
Karotenoid adalah zat yang memberikan warna merah, oranye, dan kuning pada sayuran dan buah. Beberapa studi sebelumnya menyebutkan bahwa wanita yang banyak mengonsumsinya lebih rendah risikonya mengidap kanker payudara.
Para ilmuwan menemukan bahwa kelompok yang paling sedikit menyantap makanan tinggi betakaroten (jenis karotenoid yang umum) hampir dua kali lipat lebih berisiko mengalami tumor jinak payudara dibanding grup yang paling banyak mengonsumsi betakaroten.
Total hanya 122 wanita peserta studi ini yang terdiagnosis menderita tumor jinak payudara. "Konsumsi sayuran (berwarna) bisa jadi cara mencegah tumor jinak payudara," kata Boeke.
Boeke dan timnya menyesuaikan indeks massa tubuh (BMI), konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, serta sebagian besar faktor risiko tumor payudara jinak dan kanker payudara. "Jadi, kami semakin yakin kaitan ini nyata," jelas Boek.
Mengomentari temuan ini, Dagfinn Aune yang meneliti tentang kanker dan nutrisi di Imperial College London, Inggris, mengemukakan bahwa karotenoid menyerap radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
"Karotenoid juga menghambat pertumbuhan sel dan kemampuan tumor kanker membentuk pembuluh darah yang bisa menyuburkan tumor," jelas Aune kepada Reuters Health (07/04/2014).
Menurut Boeke, sulit menentukan seberapa besar efek konsumsi sayuran tertentu terhadap risiko kanker. Pasalnya, orang-orang yang makan sayuran lebih banyak cenderung lebih sehat secara keseluruhan.
Ia juga memeringatkan bahwa ini adalah studi observasi dan tidak dapat membuktikan bahwa sayuran dapat mencegah tumor jinak payudara.
Bagaimanapun juga, memakan buah dan sayur kaya karotenoid seperti wortel, ubi, labu kuning, dan bayam bisa melindungi tubuh dari penyakit payudara serta memiliki manfaat kesehatan lain. "Mendorong konsumsi makanan-makanan tersebut adalah hal yang baik dilakukan," kata Boeke.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN