Konsumsi Brokoli Bersama Daging agar Lebih Hebat Gempur Sel Kanker

Konsumsi Brokoli Bersama Daging agar Lebih Hebat Gempur Sel Kanker

- detikFood
Jumat, 11 Apr 2014 10:06 WIB
Konsumsi Brokoli Bersama Daging agar Lebih Hebat Gempur Sel Kanker
Foto: Thinkstock
Jakarta - Vitamin dan mineral dari makanan rupanya tak bisa bekerja sendirian dalam tubuh. Perlu dipadu dengan yang lain agar bekerja lebih efektif. Karenanya perlu sekali memeilih asupan nutrisi dengan paduan yang tepat agar manfaatnya maksimal.

Folat dan vitamin B12 bisa saling bersinergi untuk memberi manfaat maksimal dalam tubuh. Dr Mehmet Oz.memberikan beberapa paduan nutrisi yang bisa saling bersinergi di dalam tubuh.

Foto: Thinkstock

1. Zat Besi dan Vitamin C

Foto: Thinkstock
Zat besi merupakan nutrisi penting bagi tubuh yang terbagi dalam dua jenis, heme dan nonheme. Heme terdapat dalam daging merah dan seafood, sedangkan nonheme ada dalam buncis, sayuran hijau dan tanaman lain. Zat besi nonheme ini tidak mudah diserap oleh tubuh, sehingga dibutuhkan bantuan vitamin C.

Makanan kaya vitamin C seperti jeruk, paprika dan stroberi meningkatkan keasaman usus yang membuat nonheme jadi lebih mudah diserap. Hindari konsumsi teh, gandum utuh serta produk olahan susu saat sedang mengonsumsi zat besi dan vitamin C. Sebab dapat menghambat penyerapan zat besi nonheme. Buatlah campuran paprika merah dan buncis sebagai salah satu pilihan menu.

1. Zat Besi dan Vitamin C

Foto: Thinkstock
Zat besi merupakan nutrisi penting bagi tubuh yang terbagi dalam dua jenis, heme dan nonheme. Heme terdapat dalam daging merah dan seafood, sedangkan nonheme ada dalam buncis, sayuran hijau dan tanaman lain. Zat besi nonheme ini tidak mudah diserap oleh tubuh, sehingga dibutuhkan bantuan vitamin C.

Makanan kaya vitamin C seperti jeruk, paprika dan stroberi meningkatkan keasaman usus yang membuat nonheme jadi lebih mudah diserap. Hindari konsumsi teh, gandum utuh serta produk olahan susu saat sedang mengonsumsi zat besi dan vitamin C. Sebab dapat menghambat penyerapan zat besi nonheme. Buatlah campuran paprika merah dan buncis sebagai salah satu pilihan menu.

2. Likopen dan Lemak Tak Jenuh

Foto: Thinkstock
Likopen adalah pigmen yang memberi warna merah terang pada buah dan sayuran, seperti pada jambu dan semangka. Pigmen ini merupakan antioksidan terbaik dan dapat mencegah penyakit jantung serta jenis kanker tertentu.

Karena likopen larut dalam lemak, saluran pencernaan mampu menyerapnya dengan baik bila didampingi dengan konsumsi lemak. Peneliti di Ohio State University menemukan konsumsi tomat dan alpukat secara bersamaan membuat penyerapan likopen 4,4 kali lipat lebih banyak. Dr. Oz merekomendasikan konsumsi makanan berwarna merah dengan lemak tak jenuh yang sehat.

2. Likopen dan Lemak Tak Jenuh

Foto: Thinkstock
Likopen adalah pigmen yang memberi warna merah terang pada buah dan sayuran, seperti pada jambu dan semangka. Pigmen ini merupakan antioksidan terbaik dan dapat mencegah penyakit jantung serta jenis kanker tertentu.

Karena likopen larut dalam lemak, saluran pencernaan mampu menyerapnya dengan baik bila didampingi dengan konsumsi lemak. Peneliti di Ohio State University menemukan konsumsi tomat dan alpukat secara bersamaan membuat penyerapan likopen 4,4 kali lipat lebih banyak. Dr. Oz merekomendasikan konsumsi makanan berwarna merah dengan lemak tak jenuh yang sehat.

3. Sulforaphane dan Selenium

Foto: Thinkstock
Sulforaphane adalah senyawa dalam sayuran yang saat masuk ke aliran darah dapat menghambat pertumbuhan sel tumor. Sedangkan selenium adalah mineral terdapat pada ikan, daging, telur, kacang dan jamur. Mineral ini mengikat protein dalam tubuh untuk membuat enzim antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

Kedua nutrisi ini sangat baik sebagai zat anti kanker. Peneliti menunjukkan apabila kedua nutrisi digabungkan, fungsinya empat kali lebih efektif. Contohnya adalah perpaduan daging sapi dan brokoli.

3. Sulforaphane dan Selenium

Foto: Thinkstock
Sulforaphane adalah senyawa dalam sayuran yang saat masuk ke aliran darah dapat menghambat pertumbuhan sel tumor. Sedangkan selenium adalah mineral terdapat pada ikan, daging, telur, kacang dan jamur. Mineral ini mengikat protein dalam tubuh untuk membuat enzim antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

Kedua nutrisi ini sangat baik sebagai zat anti kanker. Peneliti menunjukkan apabila kedua nutrisi digabungkan, fungsinya empat kali lebih efektif. Contohnya adalah perpaduan daging sapi dan brokoli.

4. Folat dan Vitamin B12

Foto: Thinkstock
Folat yang terdapat dalam sayuran dan kacang-kacangan serta vitamin B12 yang terdapat dalam produk hewani dapat membantu menghasilkan sel-sel baru. Gabungan kedua zat ini bisa memecah homosistein, yang jika terlalu tinggi bisa memicu penyakit Alzheimer. Namun terlalu banyak folat dan terlalu sedikit B12 dapat memberikan efek buruk terhadap ketangkasan mental.

Pada sebuah studi, orang dengan ketimpangan zat tersebut membuat tes kognitifnya rendah. Pilihlah menu omelet dan bayam untuk sarapan. Sedangkan fillet salmon dan asparagus dapat dijadikan menu makan malam.

4. Folat dan Vitamin B12

Foto: Thinkstock
Folat yang terdapat dalam sayuran dan kacang-kacangan serta vitamin B12 yang terdapat dalam produk hewani dapat membantu menghasilkan sel-sel baru. Gabungan kedua zat ini bisa memecah homosistein, yang jika terlalu tinggi bisa memicu penyakit Alzheimer. Namun terlalu banyak folat dan terlalu sedikit B12 dapat memberikan efek buruk terhadap ketangkasan mental.

Pada sebuah studi, orang dengan ketimpangan zat tersebut membuat tes kognitifnya rendah. Pilihlah menu omelet dan bayam untuk sarapan. Sedangkan fillet salmon dan asparagus dapat dijadikan menu makan malam.
Halaman 2 dari 10
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads