Daging yang Direndam Bir Sebelum Dipanggang Turunkan Zat Karsiogen

Daging yang Direndam Bir Sebelum Dipanggang Turunkan Zat Karsiogen

- detikFood
Rabu, 02 Apr 2014 11:10 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bir dingin dan steak memang berjodoh. Sebuah penelitian menemukan paduan ini juga sehat untuk tubuh. Daging sapi yang direndam bir sebelum dipanggang bisa menurunkan kandungan karsinogen sekaligus risiko kanker.

Proses memasak daging di atas panggangan atau bakaran diketahui bisa meningkatkan produksi senyawa kimia bernama polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) pemicu kanker usus besar. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, proses perendaman daging dalam bir, khususnya stout atau black beer menurunkan produksi PAH saat dipanggang.

Pemakaian teh dan wine untuk merendam daging steak banyak dibuktikan bisa menurunkan karsinogen dalam daging. Namun, tak banyak yang mengetahui pemakaian bir bisa menurunkan kadar PAH. Professor Isabel Ferreira Ferreira dan koleganya dari University of Porto di Portugal mengambil contoh bakaran dari daging yang direndam selama empat jam dalam Pilsner beer, non-alkoholik Pilsner beer, atau black beer ale.

The Pilsner mengandung 5,2% alkohol sementara black beer mengandung 5,0% alkohol. Semua bir dibeli di supermarket lokal, steak daging seberat 100 gram dan tebal 75 mm juga dibeli di Porto. Ilmuwan menemukan black beer mempunyai efek terkuat menurunkan lebih dari setengah kadar PAH dibandingkan dengan daging yang belum direndam.

โ€œUntuk Anda yang tidak menghindari konsumsi daging panggang, rendamlah daging dalam bir terlebih dahulu sebagai strategi pencegahan kanker,โ€ tutur Profesor Isabel kepada Telegraph (02/04/2104).

Menurut penelitian tersebut, akumulasi PAH pada daging bakaran disebabkan oleh tiga sumber. Kontaminasi permukaan makanan oleh asap dari bara panas, dekomposisi thermochemical dari bahan organik dalam daging seperti protein, lemak, dan karbohidrat di atas permukaan makanan, dan lemak yang menetas pada bara api.

Tim peneliti menyatakan mereka belum mengetahui alasan pasti mengapa bir bisa menurunkan formasi PAH. Kemungkinan besar, hal ini disebabkan oleh kandungan antioksidan dari bir sebagai penghambat radikal bebas yang membentuk PAH.


(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads