Selain mempercepat penuaan dini, mengonsumsi banyak garam juga dapat mengakibatkan remaja berisiko tinggi terkena penyakit jantung di kemudian hari. Hal ini mungkin akan sangat parah jika terjadi pada remaja yang kelebihan berat badan.
Dikutip dari Daily Mail (24/3/2014), sebuah studi dari Georgia Regents University, Amerika Serikat, melakukan penelitian yang melibatkan 766 orang berusia antara 14 dan 18 sebagai responden. Mereka kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat konsumsi garamnya.
Para peneliti menemukan bahwa remaja obesitas yang makan banyak garam memiliki telomer yang jauh lebih pendek dari mereka yang tidak. Namun, mereka juga menemukan bahwa pada remaja dengan berat badan seimbang, asupan natrium tidak memiliki dampak yang signifikan pada panjang telomer.
Telomer merupakan pelindung kromosom yang dapat melindungi DNA dari kerusakan. Seiring dengan bertambahnya usia, telomer akan semakin menjadi pendek, dan menyebabkan DNA menjadi rusak. Hal ini meningkatkan kemungkinan penyakit yang berkaitan dengan usia seperti Alzheimer, diabetes, dan penyakit jantung.
“Bahkan dalam tubuh orang-orang muda yang relatif sehat, kita sudah bisa melihat efek dari asupan natrium yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa asupan natrium tinggi dan obesitas dapat bertindak sinergis untuk mempercepat penuaan tubuh”, ungkap Dr. Haidong Zhu, peneliti utama dari studi ini.
Ia juga menjelaskan bahwa obesitas berhubungan dengan tingkat peradangan tubuh yang tinggi juga mempercepat pemendekan telomer dan meningkatkan kepekaan terhadap garam. Hal ini yang dapat menjelaskan mengapa asupan natrium tinggi memiliki efek yang lebih besar pada orang yang gemuk.
“Menurunkan asupan natrium dapat menjadi langkah awal yang lebih mudah. Dibandingkan menurunkan berat badan untuk remaja muda obesitas yang ingin menurunkan risiko penyakit jantun,” tambahnya.
Untuk mencegah hal ini terjadi pada remaja, peran orang tua sangat penting untuk mengatur makanan apa saja yang baik bagi kesehatan anaknya. Tawarkan remaja untuk lebih mengonsumsi buah segar sebagai camilan dibandingkan dengan makanan olahan yang tinggi garam.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN