Penerapan Pola Makan Sehat Berpengaruh pada Penurunan Gejala Depresi

Penerapan Pola Makan Sehat Berpengaruh pada Penurunan Gejala Depresi

- detikFood
Selasa, 25 Mar 2014 06:25 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selain terapi, sebuah studi terbaru menemukan solusi untuk menurunkan tingkat depresi. Mereka menyarankan sesi pengajaran pola makan sehat sebagai langkah pencegahan pada pasien dengan gejala depresi.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine ini merekrut partisipan secara acak dan membaginya ke dalam dua grup. Satu menerima pelatihan nutrisi dan grup lainnya menerima terapi pemecah masalah bernama PST-PC. Tujuh langkah terapi yang bisa dijalankan oleh orang yang tidak mempunyai latar belakang kesehatan mental.

Semua partisipan secara klinis tidak didiagnosa mengidap depresi, tapi menunjukkan gejala kondisi tersebut. Partisipan menjalani enam hingga delapan sesi intervensi serta program tambahan pada tiga, sembilan, dan 15 bulan. Pada akhir sesi selama dua tahun, sekitar sembilan persen partisipan di kedua grup mengalami penurunan gejala depresi.

“Partisipan di kedua grup mengalami penurunan 4 point dalam gejala depresi (BDI), dengan peningkatan kesehatan yang akan berkelanjutan selama dua tahun” tutur Dr. Charles F. Reynolds selaku kepala studi. Partisipan kulit hitam dan kaukasia memperlihatkan pola sama dari PST-PC dan pelatihan pola makan sehat pada perhitungan gejala depresi.

Tim peneliti menegaskan studi tidak mengevaluasi efek pelatihan pola makan dan metode terapi dengan perawatan standart, sehingga penelitian lebih jauh perlu dilakukan. Bagaimanapun, mereka menyatakan metode pelatihan pola makan sepertinya efektif untuk memerangi depresi karena komponen penanggulan yang aktif serta kontak sosial.

“Proyek ini membuktikan bahwa intervensi dimana orang melakukan pendekatan secara aktif dalam mengatur masalah hidup mereka, seperti finansial atau masalah kesehatan, cenderung lebih memperlihatkan efek positif dan memerangi depresi,” tambah Dr. Charles.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads