Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine ini merekrut partisipan secara acak dan membaginya ke dalam dua grup. Satu menerima pelatihan nutrisi dan grup lainnya menerima terapi pemecah masalah bernama PST-PC. Tujuh langkah terapi yang bisa dijalankan oleh orang yang tidak mempunyai latar belakang kesehatan mental.
Semua partisipan secara klinis tidak didiagnosa mengidap depresi, tapi menunjukkan gejala kondisi tersebut. Partisipan menjalani enam hingga delapan sesi intervensi serta program tambahan pada tiga, sembilan, dan 15 bulan. Pada akhir sesi selama dua tahun, sekitar sembilan persen partisipan di kedua grup mengalami penurunan gejala depresi.
“Partisipan di kedua grup mengalami penurunan 4 point dalam gejala depresi (BDI), dengan peningkatan kesehatan yang akan berkelanjutan selama dua tahun” tutur Dr. Charles F. Reynolds selaku kepala studi. Partisipan kulit hitam dan kaukasia memperlihatkan pola sama dari PST-PC dan pelatihan pola makan sehat pada perhitungan gejala depresi.
Tim peneliti menegaskan studi tidak mengevaluasi efek pelatihan pola makan dan metode terapi dengan perawatan standart, sehingga penelitian lebih jauh perlu dilakukan. Bagaimanapun, mereka menyatakan metode pelatihan pola makan sepertinya efektif untuk memerangi depresi karena komponen penanggulan yang aktif serta kontak sosial.
“Proyek ini membuktikan bahwa intervensi dimana orang melakukan pendekatan secara aktif dalam mengatur masalah hidup mereka, seperti finansial atau masalah kesehatan, cenderung lebih memperlihatkan efek positif dan memerangi depresi,” tambah Dr. Charles.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN